Di Jakarta, Semua Bisa Makan

Di Jakarta, Semua Bisa Makan

By Tatak Ujiyati

Rabu 6 Oktober 2021 Anies Baswedan meluncurkan program "Semua Bisa Makan" untuk kaum duafa di Jakarta. Program yang difasilitasi oleh Baznas Bazis DKI ini menargetkan 1 juta porsi makanan per tahun.

Program "Semua Bisa Makan" menjadi bukti gagasan Anies mengenai Jakarta Berkolaborasi telah berjalan efektif. Melalui Jakarta Berkolaborasi, Anies mendorong partisipasi aktif warga dalam membangun kota Jakarta yang maju dan sejahtera. Ia tak ingin Pemprov DKI Jakarta menjadi aktor tunggal pembangunan kota. Anies berterima kasih kepada Baznas Bazis DKI Jakarta yang telah aktif melayani warga bersama dengan Pemprov DKI Jakarta dan para dermawan yang menyumbang.

Baznas dibentuk oleh pemerintah sebagai lembaga non struktural pemerintah yang bersifat mandiri, demikian menurut UU 23 th 2011 ttg pengelolaan zakat. Di Provinsi/ Kabupaten Baznas daerah melaporkan pelaksanaan pemanfaatan zakat, infaq, shodaqoh kepada Pemda secar berkala. Sebagai lembaga non struktural pemerintah, Kepala Daerah terlibat erat dalam pengelolaan ZIS di daerahnya.

Di Jakarta misalnya, Gubernur mengeluarkan instruksi kepada perangkat daerah untuk menghimbau PNS dan CPNS di lingkungan Pemprov DKI membayar zakat melalui Baznas Bazis DKI. Pemprov DKI juga yang memungkinkan berlakunya sistem membayar zakat otomatis dari potong gaji. Sekda DKI membuat surat edaran untuk optimalisasi pemungutan ZIS di lingkungan Pemprov DKI. Ada aparat Pemda hingga tingkat kelurahan yang ditunjuk sebagai pengumpul zakat, infaq & shodaqoh dari masyarakat, demikian juga di lingkungan BUMD.

Makanya heran juga jika ada yang komentar miring. "Itu bukan program Pemprov DKI, tetapi program Baznas Bazis". "Mengapa Anies yang meluncurkan program?". "Apakah cuma numpang tenar?". Kata mereka.

Yah kurang wawasan deh yang komentar miring. Secara kelembagaan Baznas Bazis DKI memang lembaga mandiri bukan bagian dari struktur Pemprov DKI, tetapi ia adalah lembaga non struktural pemerintah. Baznas Bazis DKI sejak awal berdirinya 30-an tahun yang lalu memang dibuat oleh Gubernur DKI, Ali Sadikin waktu itu. Baru pada tahun 2019 Baznas Bazis DKI berubah mengikuti UU Pengelolaan Zakat yang baru. Yang menyebutkan bahwa Baznas Bazis DKI tak hanya lapor kepada Gubernut tetapi juga kepada Baznas RI.

Tetapi Gubernur dan aparat Pemprov DKI ya masih terlibat aktif dalam pengelolaan ZIS. Baik dalam pengumpulan ZIS maupun dalam arahan programnya. Programnya dilakukan mandiri oleh Baznas dan dilaporkan kepada Gubernur, selain kepada Baznas RI sesuai UU.

Mengenai Program "Semua Bisa Makan", menurut Wakil Ketua Baznas Bazis DKI Pak Saat Suharto Amjad memang merupakan realisasi dari arahan Gubernur Anies. Yang mengarahkan agar program bagi-bagi makanan siap saji "Bagi i Piring" yang telah diinisiasi Baznas sejak tahun 2019 menjadi sebuah gerakan warga. Mengapa program "Semua Bisa Makan" ini menjadi gerakan warga? Karena sebenarnya Baznas bazis DKI hanyalah menjadi fasilitator antara dermawan yang mau mentraktir makanan dan warga yang butuh ditraktir. Cara mentraktirnya dengan membeli kupon di warung-warung UMKM yang ditunjuk. Yang ingin makan tinggal datang dengan kupon.

Tahun 2021 ini Baznas DKI bekerja sama dengan 300 warung UMKM dalam program "Semua Bisa Makan" ini. Tahun depan targetnya akan bekerja sama dengan 1.000 warung. Kalau kamu mau mentraktir tinggal scan QR code yg tersebar di warung-warung tersebut, atau akses di web Baznas DKI untuk mentransfernya. Murah hanya Rp 15K per porsi. Kita bisa memilih mau mentraktir berapa porsi.

Yang mengejek program ini terlalu kecil dampaknya, karena penduduk Jakarta yang 11 juta lebih, juga ada. Mustinya ia tak hanya melihat program ini an sich. Lihatlah dari kaca mata menyeluruh. Selain melalui program Baznas Bazis "Semua Bisa Makan", Pemprov DKI juga punya program lain. Misalnya program bantuan Tunai untukk Lansia, Difabel, dan Anak bawah 6 tahun. Ada program beasiswa sekolah untuk warga kurang mampu yaitu KJP Plus, KJMU untuk mahasiswa. Ada Program Pangan Murah, ada subsidi transportasi, ada subsidi air bersih.

Anies memang selalu menekankan, sebisa mungkin satu program kebaikan bisa menjadi sebuah gerakan warga kota. Program "Semua Bisa Makan" bukanlah yang pertama. Sebelumnya Pemprov DKI telah menggagas beberapa gerakan serupa dengan nama "Kolaborasi Sosial Berskala Besar". Ada gerakan bantu sesama sembako, makanan cepat saji untuk warga yang miskin, ada gerakan bagi-bagi THR, ada gerakan kolaborasi penguatan UMKM, gerakan kolaborasi pembangunan hunian warga dsb.

Jangankan Baznas Bazis DKI yang merupakan lembaga non struktural pemerintah, swasta atau warga biasapun akan disambut baik untuk berkolaborasi membangun Jakarta yang maju sejahtera. Betapa waktu lalu ada tokoh yang ingin kerja sama dengan Pemprov DKI menyediakan makanan free untuk siapa saja. Datang pada Anies minta difasilitasi tempat. Welcome, disambut dengan tangan terbuka. Semakin banyak warga yang aktif semakin baik.

Semoga dengan adanya berbagai program bantuan sosial Pemda dan kolaborasi dengan berbagai pihak, "Semua Bisa Makan" di Jakarta. Tak ada warga yang kelaparan.

[VIDEO : Sambutan Anies Saat Launching Program Semua Bisa Makan]