Usaha Anies Perbaiki Citra Indonesia di Mata Dunia Terhalang Kebencian Mendalam dari PDIP dan PSI

[PORTAL-ISLAM.ID] Perhelatan balap mobil listrik Formula E yang ditunda karena pandemi Covid-19 dan rencananya akan dilangsungkan Juni 2022 (tahun depan) merupakan usaha Anies Baswedan untuk memperbaiki citra Indonesia dalam penanganan Covid-19 di mata dunia.

Dengan adanya Formula E yang berskala internasional, dunia akan mengetahui pandemi Covid-19 di Indonesia, utamanya Jakarta sudah bisa dikendalikan.

"Formula E sangat penting dilakukan, pertama memberi informasi pada dunia bahwa kita sudah mengendalikan Covid, khususnya di Jakarta," kata Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Profesor Musni Umar diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (23/8/2021).

Dengan meyakinkan masyarakat internasional soal pengendalian Covid-19, maka mereka akan mau datang ke Indonesia baik untuk berwisata atau bahkan berinvestasi.

Sebaliknya, jika dunia tidak diberi tahu bahwa Covid-19 sudah berhasil dikendalikan, masyarakat internasional juga tidak akan datang ke Indonesia.

Sehingga, lanjut Musni, Formula E yang digagas Anies berdampak pada beberapa sektor di Indonesia, seperti sosial, ekonomi, maupun dampak promosi tentang Jakarta dan Indonesia.

"Karena itu, sebaiknya Formula E ini diteruskan dan dijalankan. Ini peluang untuk mempromosikan setelah dilanda Covid-19 yang menimbulkan keterpurukan," tandasnya.

Namun sayang, belakangan niatan Anies yang tertuang dalam Instruksi Gubernur DKI 49/2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022 itu diprotes anggota DPRD DKI Jakarta.

Dua Fraksi di DPRD DKI, yaitu PDIP dan PSI berancang-ancang menggulirkan hak interpelasi kepada Gubernur Anies atas rencana penyelenggaraan Formula E ini.

Sejauh ini, wacana hak interpelasi yang akan digulirkan kepada Anies terkait Formula E ini diklaim sudah didukung 13 orang anggota DPRD DKI dari dua partai tersebut. Dalam aturan yang ada, hak tersebut baru bisa dilakukan jika didukung oleh 15 orang anggota dewan. 

Anies Hadirkan Balapan Formula E di Jakarta

Sebelumnya, pada Juli 2019 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhasil memboyong ajang balapan mobil listrik bergengsi dunia, Formula E, ke Jakarta yang saat itu rencananya bakal dihelat pada pertengahan 2020. 

Namun karena pandemi Covid-19 yang tak terduga, ajang Formula E pun ditunda hingga dua tahun (2020 dan 2021).

Dan kini, dengan vaksinasi di DKI Jakarta yang sudah sangat massif maka covid akan bisa terkendali.

Untuk diketahui, per Selasa kemarin (24/8/2021), jumlah vaksinasi DKI Jakarta untuk dosis 1 mencapai 9.409.218 orang (atau 105,2% dari total target). Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 4.978.587 orang (55,7%). Perlu diketahui, target vaksinasi di DKI Jakarta totalnya mencapai 8.941.211 orang.

Di negara-negara Eropa, dengan vaksinasi yang sudah massif, ajang olahraga seperti Liga Sepakbola sudah dipenuhi penonton di stadion, tanpa masker, tanpa jaga jarak.

Kondisi Jakarta, tahun depan Juni 2022, sudah tepat untuk menggelar ajang dunia Formula E. Untuk menunjukan kepada dunia, Indonesia -khususnya Jakarta- sudah berhasil mengendalikan pandemi. Kenapa malah dihalangi? (*)