Hidayah Bukti Anda Berharga

[PORTAL-ISLAM.ID] Syekh Mahmud Abdul Halim bercerita tentang pendiri Ikhwanul Muslimin; Imam Hasan al-Banna bersama murid-muridnya yang sebagian besarnya adalah para pemuda.

Sudah beberapa hari Imam Hasan tidak melihat salah seorang muridnya. Ia pun bertanya pada murid-muridnya yang lain. Beliau sangat kaget ketika mendengar bahwa muridnya tersebut sudah murtad. Ia jatuh cinta pada seorang gadis beragama Nasrani yang bekerja di sebuah rumah sakit. Ia sangat ingin menikahi gadis tersebut. Tapi sang gadis menolak kecuali kalau pemuda itu mau pindah ke agama Nasrani. Akhirnya ia pun murtad. Tidak hanya itu, sang gadis minta bukti kalau pemuda tersebut benar-benar telah menjadi pemeluk Nasrani yang taat. Akhirnya, ia pun bekerja sebagai pelayan di rumah sakit tempat gadis itu bekerja.

Suatu kali, sang pemuda bermimpi. Dalam mimpinya, seolah-olah ia bertemu dengan Rasulullah Saw. Di samping Rasulullah duduk dua orang laki-laki; Nabi Musa as dan Nabi Isa as.

Rasulullah Saw memandangi pemuda itu dengan marah. Lalu Rasulullah Saw menoleh pada Nabi Musa as: “Wahai Musa, apakah engkau suka apa yang dilakukan oleh umatku ini?” Musa bertanya, “Apa yang dilakukannya wahai Muhammad?” Nabi menjawab, “Ia pindah ke agama saudaraku Isa.” Musa berkata, “Tidak, aku tidak suka.”

Pemuda itu berkata, “Maafkan aku ya Rasulullah… bantulah diriku yang terjebak dalam jerat nafsu dan syahwat ini…”.

Rasulullah Saw bersabda, “Baik. Sekarang engkau naiklah ke atas sana (pemuda itu melihat Rasulullah Saw menunjuk ke salah satu tempat di surga). Di sana ada Abu Hamid al-Ghazali sedang mengajarkan kitab Ihya`. Belajarlah padanya, engkau akan diberikan petunjuk.”

Pemuda itu terbangun. Tiba-tiba ia merasa tak ada yang lebih dicintainya daripada Islam, dan tak ada yang lebih dibencinya daripada Nasrani.

Ia pun kembali ke pangkuan Islam. Lalu ia datang menemui Imam Hasan al-Banna dan menceritakan mimpinya. Imam Hasan sangat takjub mendengarkannya. Akhirnya ia memerintahkan murid-muridnya untuk mengkaji kitab Ihya` Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali. Ia juga mendirikan mathba'ah (percatakan) untuk mencetak kitab Ihya' lalu dijual dengan harga yang murah agar bisa menjadi jalan hidayah bagi banyak orang.

☆☆☆

• Sedih mendengar ada yang pindah agama, apalagi setelah pulang umrah. Berharap Allah Swt membukakan hatinya untuk kembali ke pangkuan Islam.

• Islam tidak akan bertambah mulia dengan masuknya si A atau si B, dan tidak akan kekurangan kemuliaan dengan pindahnya si A atau si B. Yang beruntung atau merugi adalah kita, bukan Islam.

• Masalah keyakinan bukan masalah satu atau dua kasus yang mengganggu pikiran atau menimbulkan keraguan. Masalah keyakinan adalah masalah paradigma hidup yang akan menentukan segala-galanya; hidup saat ini dan hidup selanjutnya.

‎‏اللَّهُمَّ يا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا على دِيْنِكَ، ويا مُصَرِّفَ القُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا على طَاعَتِك

(Ustadz Yendri Junaidi)