Pesan (Alm) KH Abdurrasyid Abdullah Syafii: Umat Islam Harus Jaga Habib Rizieq

[PORTAL-ISLAM.ID]  Tokoh dan ulama kharismatik Betawi, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, meninggal dunia pada Sabtu (10/7/2021). 

Diketahui, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, merupakan anak dari KH Abdullah Syafi'i atau lebih dikenal sebagai Kiai Dulloh. KH Abdullah Syafi'i, merupakan pendiri dan pengasuh pertama dari Perguruan as-Syafi'iyah di Jakarta.

KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i dikenal aktif membela kondisi Muslim dunia. Beliau merupakan Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI). 

Selama hidupnya, Kyai Rasyid dikenal aktif mengikuti aksi-aksi bela Islam bersama Habib Rizieq Shihab, dan selalu tampil terdepan di dalam membela kepentingan umat, sehingga beliau sangat dicintai oleh umat Islam. 

Jauh sebelum wafatnya, Kyai Rasyid pernah memberi pesan agar umat Islam menjaga Habib Rizieq Shihab. 

Ulama kharismatik ini juga pernah menyampaikan cerita menarik tentang Habib Rizieq. Cerita tersebut disampaikan Kyai Rasyid usai pertemuannya dengan Habib Rizieq saat momen ibadah umroh pertengahan bulan Syawal 2018.
Kyai Rasyid sendiri sudah sejak lama mengagumi perjuangan Habib Rizieq yang telah banyak berjasa bagi bangsa Indonesia.

“Salah satu jasa beliau adalah saat tragedi Tsunami di Aceh, beliau memimpin laskar FPI mengevakuasi puluhan ribu mayat. Habib ikut turun langsung menggotong mayat-mayat. Dan selama proses evakuasi, Habib Rizieq dan para laskar FPI itu tinggal di area pemakaman dengan mendirikan tenda. Jadi luar biasa beliau itu,” ungkapnya.

Selain itu, Kyai Rasyid juga mengungkapkan cerita sahabat dekatnya yaitu KH Nasir Zein (Imam Jumat Aksi 212) saat mengunjungi Habib Rizieq sebelumnya. Cerita tersebut tentang salah satu anak Habib Rizieq yang di datangi Rasulullah SAW dalam mimpinya.

“Tempo hari waktu KH Nasir Zein umroh lalu bertemu Habib Rizieq, diceritakan bahwa anak Habib mimpi didatangi Rasulullah ke Markas Syariah (kediaman Habib Rizieq), ia melihat Rasulullah sedang mengamati Habib Rizieq,” ungkapnya.

“Sebelumnya juga ada cerita dari ulama sepuh di Jawa Timur, bermimpi melihat Rasulullah sedang menunggu seseorang. Menunggu siapa? ternyata yang datang adalah Habib Rizieq dengan menunggang kuda,” tambah Kyai Rasyid.

Dengan demikian, kata Kyai, Habib Rizieq tentu memiliki kelebihan-kelebihan diantaranya punya kecermatan melalui isyaroh dan bisyaroh. Bahkan beliau juga didampingi para ulama dan habaib yang senantiasa menjaga dan ikut memberi masukan-masukan.

“Seperti ulama besar di Hadromaut Yaman yang memberikan masukan agar Habib Rizieq untuk sementara jangan dulu pulang ke tanah air sebelum mendapatkan isyaroh dan bisyaroh,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Kyai Rasyid, umat Islam di Indonesia perlu mendengar setiap arahan Habib Rizieq khususnya terkait kepentingan bangsa dan negara. “Apalagi dengan kondisi politik saat ini, kita harus mendengar nasihat dari beliau,” jelasnya.

Pimpinan Perguruan As Syafiiyah itu mengungkap bahwa Habib Rizieq adalah anugerah dari Allah untuk umat Islam di Indonesia. “Jadi hendaknya kita berpartisipasi menjaga beliau karena ada pihak-pihak yang tidak suka dengan beliau,” kata Kyai Rasyid.

Menurutnya, umat Islam di Indonesia harus bersyukur dengan keberadaan Habib Rizieq. “Kalau kita bersyukur nanti ditambah nikmatnya oleh Allah yaitu Indonesia menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Warobbun Ghafur,” jelasnya.

Cerita kekaguman Kyai Rasyid kepada Habib pun berlanjut, saat di kediaman Habib, Kyai juga bercerita dirinya sempat diminta menjadi imam saat shalat berjamaah.

“Setelah shalat, saya menyatakan, Habib saya menyatakan masuk FPI, saya berada dalam barisan Habib di FPI,” ujar Kyai Rasyid.

Mendengar ungkapan Kyai Rasyid, Habib merasa terkejut sekaligus tersanjung.

Kata Kyai Rasyid, Habib menyatakan bahwa dirinya tidak perlu menyatakan seperti itu karena selama ini Habib sudah sangat mengakui dan menghormati Kyai Rasyid karena selalu bersama-sama dalam front perjuangan.

Selain itu, Kyai Rasyid juga berpesan kepada pihak-pihak yang belum mengenal betul dan masih ada penilaian-penilaian yang kurang baik agar melakukan tabayyun (klarifikasi). “Jadi kalau ada apa-apa tabayyun, lihatlah seperti Jaya Suprana, Rachmawati, mereka jadi simpatik. Kalau sudah ketemu beliau, insyaaallah jadi tahu sebenarnya beliau seperti apa,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini banyak orang-orang soleh terus mendoakan Habib Rizieq. “Jadi kita mau cari yang gimana lagi, bismillah.. Indonesia bersyukur punya Habib Rizieq,” tandas Kyai Rasyid.(*)