Naniek S Deyang: PEJABAT INDONESIA APA YANG TERJADI? Dosa Apa Rakyat Indonesia Ini Ya?

PEJABAT INDONESIA APA YANG TERJADI?

Dosa apa rakyat Indonesia ini ya? Kok ya punya pejabat "keterlaluan banget". Wakil
Rakyat (DPR) yg saat Pileg berbusa-busa ngomong di hadapan rakyat akan memperjuangkan nasib rakyat, lah saat terjadi pandemi bukan nolong rakyat malah teriak -teriak minta diistimewakan.

Ada anggota DPR yg minta RS atau tempat isolasi khusus utk pejabat, ada juga yg mengancam atau mewanti -wanti kalau anggota DPR harus dapat ruang ICU....lho dipikir rakyat biasa yg diwakili itu apa bukan manusia, kok tiba2 utk masuk ICU harus ada kastanya? Ya Allah siapa yg milih anggota DPR seperti itu? 

Kemudian di tengah  pandemi, ada dua menteri yg sudah cengangas-cengingis di Amerika dengan dandanan perlente tanpa masker. Yg dua belum balik, Ketua Bappenas bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

Hoe PPKM Darurat kayak gini mau pada ngapain ke Amerika? 

Ada juga anak Menteri yg di tengah Pandemi liburan bulan madu ke Jepang.

Kemudian LBP  penanggung jawab PPKM  Darurat yg terus buat statement yg tidak "mendinginkan", tapi seperti anti kritik dan menantang, sementara korban Covid terus berjatuhan, rakyat antri oksigen di mana-mana, RS harus menampung pasien di tenda atau lorong-lorong. 

Eh yg menyakitkan hati menurut media, dalam 11 hari terakhir (berarti termasuk masa PPKM darurat) ada 4000 orang asing (WNA) mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Ironis rakyat Indonesia saja ditolak di 7 negara. Jepang bahkan sdh menyiapkan pesawat utk mengevakuasi warganya.

Pak Presiden Jokowi, saya turut prihatin Mas Gibran (Walikota Solo) terkena covid, semoga lekas waras atau negative. Semoga kejadian yg menimpa putra Bapak itu, menyemangati Bapak utk mengatasi pandemi di Indonesia. Utk itu Pak mohon:

1. PPKM darurat jangan diperpanjang, karena menyakitkan hati rakyat Pak dan membuat imun rakyat turun. Rakyat kecil jejeritan karena dagangannya diobrak-abrik Satgat Covid atau Tim Gabungan Patroli. Rakyat menjerit karena  harus membayar denda, dan yg tdk kuat denda memilih dihukum penjara 😭😭. Ini menyesakkan dada Pak Presiden.

2. Pak Presiden, tolong stoppppppppp dulu WNA masuk!! 

3. Pak mohon jangan memilih Menteri yg tdk ada urusannya dng kesehatan utk urusan menanggulangi Covid ini, biar situasi adem Pak. Lagi pula karena covid ini berkait dng kesehatan, biar Menkes saja Pak, atau Bapak sendiri yg jadi Ketua/Penanggungjawab mengatasi pandemi ini.

4. Semua menteri stop dulu ke LN apapun alasannya di musim pandemi, kecuali berkait dengan masalah mencari oksigen atau vaksin. 

5. Pak buat Posko di Istana. Seluruh Menteri libatkan utk memantau rakyat selama 24 jam. Bisa dibuat shift  per 8 jam. Misalnya per 8 jam, ada 10 menteri yg terus memantau perkembangan pandemi. Jadi gak ada Menteri yg klayaban ke LN di saat Pandemi.

6. Dengan Keseriusan pejabat setingkat Menteri semua terlibat, dimana bapak bisa mengawasi 24 jam, maka koordinasi gampang dilakukan.

Itu masukan utk Pak Presiden, utk Mbak Puan sebagai Ketua DPR, mohon anggota DPR ditertibkan membuat statement, agar tidak menyakiti rakyat. Kemudian ajak semua anggota DPR turun gunung ke dapil masing2 utk membantu material dan juga utk menyemangati konstituen mereka. Potong gaji DPR hingga 50 persen utk membantu rakyat yg kesulitan.

Ayo Mbak Puan, buat gerakan "turun gunung" utk anggota DPR. Tinggalkan sementara gedung DPR, saatnya sekarang membuktikan janji-janji kalian pada rakyat.

Utk para pengamat dan politikus partai, tolong stop dulu bicara politik dan jangan pandemi ini dipolitisasi. Termasuk pengamat politik kayak Qodari coba jangan buat imun rakyat turun, masak orang lagi berurai air mata dimana -mana, Anda  masih saja bicara Presiden 3 periode.

Kemudian jangan jadikan karena alasan investasi, membiarkan orang asing terutama dari China terus masuk ke Indonesia. Investasi apa? Wong selama ini ekonomi buktinya masih nyungsep!

Fokus semua mengatasi pandemi, Insyallah kalau semua bersatu, gotong royong dan serius menangani, pandemi akan berakhir ...Aamiin YRA.

(Naniek S Deyang)