JAWABAN YANG BENAR

JAWABAN YANG BENAR

Apakah meletakkan photo para penguasa di kantor-kantor pemerintahan, di ruangan rumah, tempat-tempat ibadah, di tiang-tiang listrik dan di jalanan menunjukkan cintanya rakyat kepada penguasa tersebut?

Apakah konvoi pawai-pawai yang bergerak dari sekolah-sekolah, pabrik-pabrik, dari perkampungan dan tempat-tempat tinggal sambil meneriakkan slogan-slogan dukungan, kesetiaan, dan pembelaan untuk para penguasa semua itu menunjukkan cinta yang tulus?

Apakah oligarki kekuasaan dari satu keluarga setelah matinya seorang senior lalu menuliskan wasiat janji setia dengan darah untuk memberikan kekuasaan kepada salah satu anggota keluarga lain dianggap sebagai dalil adilnya keluarga tersebut dan kepatutannya dalam memimpin sebuah bangsa dari satu generasi ke generasi yang lain?

Apakah hasil pilpres dengan kemenangan 99,999% adalah penegasan terhadap demokratisnya sebuah pemerintahan dan bersihnya pencoblosan atau pemberian hak suara rakyat?

Saya kira, menjawab dengan jawaban YA terhadap pertanyaan-pertanyaan itu adalah sebuah kemunafikan yang terkutuk, kebohongan keji, tipu daya yang licik, dan sebuah kejahatan yang besar.

Jawaban yang benar adalah TIDAK. Semua realita itu justru menunjukkan dengan jelas tabiat sebuah kediktatoran, sebuah kezaliman yang besar, kekejaman sebuah pemerintahan, kesewenangan seorang pemimpin, dan melampaui batasnya satu kelompok yang zalim.

Rata-rata para penguasa di negara-negara maju berhasil sampai ke tampuk pemerintahan dengan perolehan suara yang tak lebih dari 60% dari total suara pemilih.

Pernah berkumpul di AS di awal pemerintahan Clinton 5 orang presiden terdahulu yaitu Bush, Carter, Reagan, Nixon dan Ford. Setiap mereka meninggalkan kekuasan untuk yang lain dengan pemilu yang bersih, mereka menerima amanah dengan sukarela, lalu meninggalkan jabatan kekuasaan dan hidup dengan tenang.

Sesungguhnya kekuasaan adalah sebuah beban, dan tanggungjawab adalah sebuah hutang, kebenaran itu diatas kekuasaan, dan rakyat itu diatas Pemerintahan, dan harapan rakyat itu diatas ambisi individu. 

Semoga Allah merahmati Alfaruq Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu yang menolak menjadikan anaknya Abdullah sebagai salah satu calon Khalifah dan berkata: "Cukuplah satu orang saja dari keluarga Al-Khattab yang akan dihisab (karena kekuasaan) dari umat nabi Muhammad Saw."

(Dr. Muḥammad Sayyid Aḥmad Al-Musayyar)