Science Islam: Membuka Tabir Misteri Jantung

SCIENCE ISLAM: MEMBUKA TABIR MISTERI JANTUNG

Oleh: Prof. DR. R. Sudradjat*

Allah Swt mengatakan dalam salah satu ayat AQ (Al Quran) bahwa Dia sangat dekat, sebegitu dekat, lebih dekat dari urat leher. Bahkan sebegitu dekatnya sampai Allah Swt mengatakan bahwa Dia mengetahui apa-apa yang kita lisankan atau sembunyikan dalam hati. Mungkinkah Dia mengetahui isi hati kita karena Dia berada di dalam hati kita? Berikut mari kita bahas tentang hati.

Hati itu adalah terjemahan bahasa Indonesia dari kata Qolb atau Qolbu bahasa Arab, yang artinya  jantung. Jadi kedekatan Allah Swt kepada manusia berhubungan dengan jantung. Tidak mungkin Allah berada di dalam jantung, tapi yang mungkin adalah alat sensor pendengaran Allah berada di dalam jantung semua manusia.

Kata qolb banyak disebut dalam Al Quran (AQ) dan Hadits. Umumnya ulama memahami Qolb itu dalam dua makna. Pertama yaitu  nurani atau hati nurani. Semua orang tidak meragukan bahwa manusia memiliki nurani. Nurani secara singkat pengertiannya adalah perasaan kebenaran sejati, yang datangnya dari Allah Swt. Contoh: Ketika seseorang berbuat maksiat, meskipun dia atheis, tetapi hati nuraninya tetap akan mengatakan itu salah dan berdosa.

Kedua, qolb adalah kata benda yang secara fisik nyata ada dalam diri manusia yaitu jantung. Hal ini diperkuat dengan yang dijelaskan  pada kamus bahasa Arab, yaitu Qolb adalah sesuatu yang bolak-balik dari satu arah ke arah yang lain. Tidak dinamakan qolbu kecuali karena ia sering bolak-balik (taqallub). Coba ingat kembali pelajaran anatomi tubuh manusia perihal  fungsi jantung. Jantung adalah terminal dari mengalirnya darah kotor dan darah bersih yang beredar  bolak balik mengalir di seluruh tubuh kita.

Permasalahannya adalah: Apakah yang dimaksud qolbu itu adalah qolb yang ada di dada (jantung) atau hanya kata sifat saja yaitu hati nurani, dan bukan berupa benda yang jelas wujud fisiknya. Untuk jelasnya mari kita bahas kisah dari Sirrah Nabawi.

Diriwayatkan oleh Anas ibn Malik bahwa ketika saat Nabi masih kanak-kanak, Rasulullah pernah didatangi Jibril. Saat itu beliau tengah bermain dengan teman-temannya. Kemudian Jibril menarik Rasulullah, membuka bajunya, menelentangkannya, lalu membelah dadanya.

Setelah itu Jibril mengambil jantung beliau, lalu dari dalam jantung tersebut, Jibril mengeluarkan ‘alqalah (semacam selaput yang menempel). Jibril lantas berkata, "ini adalah unsur setan yang ada di dalam dirimu".  

Kemudian Jibril mencuci jantung dalam bejana emas dengan air zamzam, lalu mengembalikan jantung itu ke tempatnya semula. Anas, teman Nabi sewaktu kecil, mengatakan: "Aku melihat bekas jahitan di dada beliau". 

Ucapan Anas ini menunjukan bahwa Nabi benar-benar dibersihkan jantungnya dengan kuasa Allah Swt melalui tangan Jibril. Untuk apa Nabi harus dibersihkan jantungnya? Itu agar supaya mata Nabi tidak buta (waspada) ketika melihat kemungkaran yang dibisikkan oleh setan.

Perhatikan ayat AQ ini, Allah Swt berfirman, "Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah qolb (jantung) yang ada di dalam dada."

Firman Allah, ini menjadi penegas bahwa makna qolb yang dimaksud ayat tersebut bukanlah nurani, tetapi menunjukkan kata benda yang nyata secara fisik yaitu jantung

Lantas apa hubungan jantung dengan hati nurani?

Coba perhatikan hadits shaihih berikut ini: Rasulullah bersabda, "Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Bila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Namun bila ia buruk maka buruklah seluruh tubuh. Ingatlah, segumpal daging itu adalah qolb atau jantung."

Hadits itu memberi gambaran bahwa jantung itulah alat yang memproduksi hati nurani atau bisikan-bisikan kebaikan, ilham, wahyu yang datang dari Allah Swt. Yang tujuannya agar mata kita tidak buta disesatkan oleh kejahatan yang dibisikan setan. Selain Nabi, manusia lain yang mampu memiliki jantung yang bersih adalah Ulul Albab. Bagi mereka hijab dibuka untuk rahasia-rahasia science alam ini.

Bagaimana  setan membisikan kejahatannya kepada manusia?

Dalam suatu ayat Al-Quran dikatakan bahwa setan masuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah. Di mana terminalnya? Ya, di jantung itu juga. Di mana tempatnya? Setan tinggal di dalam alqalah atau selaput kotor yang menutupi daging jantung. Selaput itulah yang dibuang oleh Jibril dari jantung Nabi Muhammad. Selain agar Nabi waspada terhadap bisikan setan, juga karena Nabi dipersiapkan oleh Allah Swt agar mudah, jelas dan bersih menerima wahyu dari Allah Swt.

Tapi untuk kita yang awam ini bagaimans cara membersihkan dari selaput kotor yang menutupi jantung kita?

Ada cara yang bisa langsung merontokkan selaput kotor di jantung kita yaitu dengan zikir. Caranya? Yaitu menghisap lafal zikir melalui nafas hidung. Melalui hisapan nafas hidung, nantinya lafal zikir ini melalui proses biologis, akan masuk melalui alveoli di paru-paru ke dalam darah dan terus mengalir yang ahirnya sampai di terminal ahir yaitu jantung. Hal ini memerlukan pembahasan khusus pada tulisan berikutnya, in syaa Allah.

Apa hubungan otak dan jantung?

Coba perhatikan ayat di dalam Alquran seperti berikut: Allah berfirman, "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai qolb (jantung) yang dengan itu mereka dapat memahami (kebenaran)?".

Maksudnya ayat ini yaitu menjelaskan bahwa dalam aktivitas kehidupan, ketika ada input data yang heterogen (baik dan jahat) masuk ke dalam otak manusia, maka data ini akan disensor oleh jantung dan hanya data yang baik yang akan lolos. Kemudian data ini ditransfer balik ke otak untuk diubah menjadi energi gerak. Keluarnya berupa perbuatan takwa seperti amal ibadah, amal saleh atau perbuatan mulia lainnya.

Perhatikanlah hadits berikut ini: 

Rasulullah menunjuk ke dadanya ketika beliau menjelaskan di mana letak takwa. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah bersabda "Dan janganlah kalian saling mendengki! Takwa itu ada di sini (beliau menunjukan ke dadanya tiga kali)."

Kesimpulan:

Science sebagai alat analisa telah membuka misteri jantung yaitu bahwa yang dimaksud dengan qolb dalam Alquran dan hadits adalah jantung. Suatu benda yang secara fisik nyata adanya di dalam dada manusia. Fungsinya adalah membisikan hati nurani yang datangnya dari Allah Swt seperti akal sehat, ilham, gagasan, inovasi, bahkan wahyu kepada para Nabi

Jantung juga berfungsi sebagai sensor untuk untuk menolak bisikan-bisikan jahat dari setan. Ketika suara hati nuraninya kuat karena diisi oleh dzikrillah,  maka akan melahirkan  perbuatan amaliah serta perbuatan mulia lainnya. Sebaliknya tanpa iman, suara setan yang dominan akan melahirkan perbuatan dosa.

Semoga bermanfaat. 

___
*Profil Penulis:
 
- Pendidikan: S1 IPB, S2 dan S3 di Univeritas Ghent, Belgia
- Pekerjaan: Profesor Riset selama 18 tahun. Peneliti di Kementrian Kehutanan selama 40 tahun (1973-2013). 
- Keahlian: Bioenergi, Paten Tingkat Nasional 7 buah.