Pangdam Jaya Dudung Diangkat Jadi Pangkostrad, Netizen: Perang lawan baliho bikin seseorang jadi Pangkostrad

[PORTAL-ISLAM.ID] Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengangkat Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Pengangkatan ini berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021.

"Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 80 perwira tinggi (Pati) TNI terdiri dari 46 Pati TNI AD, 15 Pati TNI AL dan 19 Pati TNI AU," ujar Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) Edys Riyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (24/5/2021) malam.

Dudung menggantikan Pangkostrad sebelumnya, Letjen TNI Eko Margiyono. Adapun, Eko kini dipercaya sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.

Jejak Mayjen Dudung Lucuti Baliho FPI hingga Jadi Pangkostrad

Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman naik jabatan menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Nama pria kelahiran Bandung, Jawa Barat tersebut sempat ramai diperbincangkan publik ketika ia bersikap keras terhadap Front Pembela Islam (FPI) pada akhir 2020.

Ketika isu kegiatan FPI menyebabkan kerumunan sedang ramai menjadi polemik, Dudung beraksi melucuti baliho Habib Rizieq Shihab di kawasan DKI Jakarta.

Ancaman Dudung membubarkan FPI kemudian menyusul aksi tersebut. Ia menilai organisasi masyarakat -yang kini sudah dibubarkan- itu tidak bisa bertindak seenaknya.

"Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari," kata Dudung saat menggelar apel di Monas, Jakarta, Jumat (20/11/2021).

Pernyataan Dudung tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk politisi. Politisi Partai Gerindra Fadli Zon misanya, menilai tak ada urusan seorang pangdam jaya memerintahkan pencopotan baliho yang dinilai bukan tupoksi TNI.

Bahkan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo saat itu juga mengkritisi pernyataan Pangdam Jaya Dudung.

Gatot menegaskan FPI bukanlah musuh TNI.

Namun, Dudung kini malah diangkat menjadi Pangkostrad oleh Panglima TNI.

"Perang lawan baliho bikin seseorang jadi Pangkostrad :)))," sindir netizen @xnact di Twitter.