CAPRES 2024: PRABOWO ATAU ANIES?

CAPRES 2024: PRABOWO ATAU ANIES?

Saya sengaja kali ini menulis isu yang bagi sebagian kawan-kawan dianggap sensitif. Bisa menimbulkan perpecahan. 

Saya justru tertawa. Karena jawaban dari pilihan ini sangat mudah. Kalau capresnya cuma mereka berdua, siapa saja yang terpilih, Insya Allah, adalah berkah bagi Indonesia.

Ok. Sekarang saya agak serius. Saya sendiri memilih Capres pilihan Pak Prabowo. 

Artinya, bisa saja 2024 Pak Prabowo tidak maju dan mengusung orang lain kan? Siapa yang bisa menebak seorang Prabowo? Dan kalau ini terjadi, analisa saya yang dia akan usung sudah jelas Anies Baswedan.

Sebaliknya. Kalau Pak Prabowo memutuskan masih maju lagi, saya juga haqqul yakin, Bang Anies tidak akan maju. Bagaimanapun Bang Anies sangat menghormati dan menghargai Pak Prabowo. Sampai saat ini saya tidak melihat ada sedikitpun karakter Jokowi, Ahok dan Ridwan Kamil di sosok Bang Anies. 

Ya, silahkan dibaca. Ketiga orang yang saya sebut diatas adalah orang-orang yang tidak paham budi dan tidak tahu balas jasa.

Jadi kawan-kawan yang bersemangat memajukan Bang Anies untuk 2024, saya juga bersemangat. Karena itu tadi, bisa saja memang Bang Anies yang akan diusung Pak Prabowo kan? 
Atau sebaliknya kalau Pak Prabowo maju, maka Bang Anies pasti dukung dong?

Artinya kita masih satu tujuan. Cuma berbeda Jalan.

"Tapi Pak Prabowo kan Pengkhianat?"

Kalau saya tidak akan mau berbusa-busa membantah tuduhan kawan-kawan ini. Lha emang betulkan? Kawan-kawan merasa dikhianati. Berarti Pak Prabowo memang berkhianat.

Pertanyaan besarnya. Pak Prabowo "berkhianat" untuk siapa dan karena apa?

Kalau saya jawab, demi Bangsa dan  Negara. Dan untuk Bangsa dan Negara.

Silahkan tertawa. Ngga apa-apa. Kadang setelah tertawa dan puas tertawa, pikiran kita bisa kembali jernih.

Sekarang saya lanjut. Tolong dibaca dan dipahami pelan-pelan.

Tahun 2014, setelah kalah, Pak Prabowo pernah kok ngikut mau kita seperti yang sekarang. Jadi oposisi murni. Bersama PKS. Bersama rakyat. Hasilnya apa? Ya hasilnya Pilpres 2019 yang menurut kita penuh dengan kecurangan dan kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Nah kalau dilanjut, apa mau Pilpres 2024 sama dengan 2019? Penuh kecurangan dan kita tidak bisa berbuat apa-apa?!

Saya berulangkali sampaikan. Posisi Presiden di Negara kita, melebihi kekuasaan seorang Raja. Bahkan sehabis Reformasi, kekuasaan Presiden semakin absolut. Kalah "berkuasanya" Pak Harto. Bagaimanapun, di Orde Baru masih ada Lembaga Tertinggi Negara, MPR. Sekarang semua setara. Sedangkan kekuasaan, uang, Angkatan Bersenjata, dan semua elemen kekuasaan berada dibawah Presiden.

Jadi selagi sistem bernegara kita belum berubah, menjadi Oposisi di Negara ini adalah kesia-siaan. Pemenang mengambil segalanya!!!

Jadi harapan saya, buat kawan-kawan yang berharap Capresnya di 2024 Pak Prabowo atau Bang Anies, ngga perlu "war-lah". Masih satu Paket kok. 

Kalaupun nanti jalan sendiri-sendiri, saya percaya, siapapun yang terpilih, yang menang adalah rakyat Indonesia ....

(By Azwar Siregar)