Kenapa Kita Dukung Donasi Beli Kapal Selam, Walau Kita Banyak Tidak Sepakat dengan Rezim Penguasa Saat Ini? Inilah Jawabannya...

[PORTAL-ISLAM.ID] Ada segelintir pihak yang tidak mau ikut donasi untuk beli kapal selam yang digalang Masjid Jogokariyan dan Ustadz Abdul Somad, dengan dalih dia tidak suka atau kontra dengan rezim penguasa sekarang.

'Ngapain bantu rezim dzolim, enak banget rezim ini diberi bantuan, ngapain nyumbang pake duit rakyat pake saja anggaran pindah ibu kota.. bla bla bla..'.

Terhadap mereka yang tidak mau ikut donasi yang digalang Umat dengan alasan semacam itu.. itu pertanda mereka belum bisa membedakan antara NEGARA dengan PENGUASA/PEMERINTAH. 

Salah satu yang mendukung Donasi Umat untuk Kapal Selam Among Kurnia Ebo menjelaskan:

"Tampaknya ada yang belum bisa membedakan antara negara dan Pemerintah. Saya sendiri sangat keras terhadap pemerintahan saat ini tapi itu tidak menghentikan kecintaan saya pada Indonesia negara saya tempat saya lahir tumbuh dan berkembang hingga akhir hayat nanti.

Pemerintah boleh berganti ganti
Rezim bisa buruk rupa mengelola negara
Penguasa boleh tumbang kapan saja

Tapi negara Indonesia harus tetap ada demi masa depan generasi yang akan datang...

Beberapa waktu lalu saya dicurhati teman soal bapaknya yang perilakunya kurang baik suka mabuk dan bahkan menggadaikan sertifikat rumah buat judi.

Saya bilang bagaimana pun itu orang tuamu. Kamu boleh tidak suka kelakuannya yang otoriter dan buruk. Tapi sebagai anak jangan terus tidak mengakui dia bapaknya. Kamu punya uang, ambil sertifikat itu dengan uangmu, lalu simpan baik baik sertifikatnya supaya tidak digadaikan lagi. Kamu harus menyelamatkan rumah tempat tinggal orang tuamu dan adik adikmu sebab kalau kamu cuek saja bukan hanya bapakmu yang Hancur hidupnya tapi ibumu dan adik adikmu akan terusir dari rumah dan menjadi gelandangan. Kamu mau?

Akhirnya dia tebus sertifikat itu dengan uang tabungannya yang jumlahnya tidak sedikit. Hitungan angka dia rugi. Tapi secara moral dia menang, dia telah menyelamatkan semua keluarganya dari kehancuran yang lebih besar."

***

Itulah kenapa ada yang disebut NEGARAWAN... karena yang dia fikirkan adalah kemaslahatan untuk Negara, bukan penguasa.