Bantu Korban Banjir Bandang NTT, Fraksi PKS Rela Potong Gaji

[PORTAL-ISLAM.ID]  JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR kembali potong gaji untuk membantu para korban banjir bandang dan longsor di Flores Timur, NTT dan Bima, NTB. Instruksi ini sudah dikeluarkan dan anggota legislatif PKS mesti menyisihkan gajinya.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini menyampaikan bencana di NTT dan NTB harus segera dapat perhatian lebih. Sebab, informasi yang diperolehnya, jumlah korban meninggal cukup besar dengan menembus angka lebih dari 50 orang.

Data tersebut masih sementara dan kemungkinan bisa terus bertambah. Pun, belum termasuk jumlah kerusakan parah yang ditimbulkan akibat banjir bandang.

"Fraksi PKS kembali terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita di Flores Timur NTT dan Bima NTB. Atas nama pimpinan dan anggota Fraksi PKS kami mengucapkan keprihatinan dan belasungkawa yang dalam atas musibah ini. Semoga segera teratasi dengan baik," kata Jazuli, dalam keterangannya, Senin, 5 April 2021.

Jazuli pun mengajak seluruh elemen bangsa saat ini bisa menunjukkan kebersamaan untuk membantu korban di NTT dan NTB. Salah satunya mengirim bantuan dalam bentuk apapun sesuai kemampuan.

"Pertolongan dan bantuan kita atas nama kemanusiaan tanpa melihat ras, suku, dan agama. Tapi, yang pasti kita saudara satu bangsa harus menunjukkan solidaritas nasional agar saudara-saudara kita di sana menjadi ringan bebannya," lanjut Anggota Komisi I DPR itu.

Dia menambahkan Fraksi PKS berkomitmen ikhtiar menggalang solidaritas kepedulian dalam bentuk bantuan di setiap musibah yang terjadi di Tanah Air. "Semoga ikhtiar sederhana ini mendatangkan keberkahan dan meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," kata Jazuli.

Sebelumnya, Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli menyampaikan jumlah korban jiwa akibat tanah longsor dan banjir bandang di Desa Nele Lamadiken, Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT pada Minggu kemarin, 4 April 2021, yang ditemukan bertambah menjadi 54 orang.

"Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada 54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan," kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli di Kupang, Minggu 4 April 2021 dikutip dari Antara.

Untuk diketahui, banjir bandang dan tanah longsor di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng terjadi pada Minggu, sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, daerah setempat diguyur hujan lebat serta angin kencang yang berlangsung cukup lama.[VIVA]