Dijodohkan Dengan Anies, Pengamat: Menarik Ganjar Dari PDIP Gampang

[PORTAL-ISLAM.ID]  Memasangkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mendatang bukan hal yang mustahil. Sebab kecenderungan peta politik Tanah Air masih bergantung pada elektabilitas masing-masing kandidat.

Dari hasil berbagai lembaga survei, nama Anies dan Ganjar selalu menduduki posisi tiga besar. Anies dan Ganjar hanya kalah elektabilitas dari Prabowo. Namun jika Anies dan Ganjar disatukan, elektabilitasnya bakal tak tertandingi.

"Bagaimanapun, muara politik kita masih mengacu pada elektabilitas," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah yang dikutip dari RMOL, Senin (5/4/2021).

Soal kedudukan Ganjar sebagai kader PDIP, Dedi Kurnia menilai sosok Gubernur Jawa Tengah itu tak sulit ditarik untuk keluar dari partai banteng apabila tidak diusung oleh partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

"Bukan hal sulit menarik Ganjar keluar dari PDIP jika memang potensi keterpilihannya tidak diakomodir (oleh PDIP), sehingga Parpol lain tertarik untuk mengusung bersanding dengan Anies," kata pengamat politik dari Universitas Telkom ini.
 
"Ganjar seharusnya memang punya daya tawar bagi parpol lain, ini jika memang PDIP tidak mengakomodasi (untuk maju Pilpres 2024)," imbuhnya.

Adapun 'penjodohan' Anies-Ganjar untuk 2024 sebelumnya diutarakan pakar hukum tata negara sekaligus pengamat politik nasional, Refly Harun. Kedua kepala daerah ini berpotensi maju di 2024 bila Ganjar tak diakomodasi PDIP.

PDIP sendiri diyakini akan berkoalisi dengan Gerindra untuk Pilpres 2024. Melihat kandidat yang ada, bisa saja PDIP-Gerindra mengusung Prabowo Subianto-Puan Maharani, Puan Maharani-Sandiaga Uno. Ganjar sendiri bisa saja dipasangkan dengan Sandiaga Uno jika benar-benar diperhitungkan PDIP.

Namun bila tidak, Partai Nasdem memiliki peluang keluar dari koalisi Istana dengan memimpin koalisi non-Istana bersama PKS. Jika hal ini terjadi, Nasdem dan PKS ditambah PAN berpeluang menjagokan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

"Bukan tidak mungkin, tiba-tiba memasangkan Anies dan Ganjar. Wah, tambah besar peluangnya (menang)," kata Refly Harun. []