Kediaman Aziz Yanuar Pengacara Habib Rizieq Diteror

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kediaman Aziz Yanuar SH, pengacara Habib Rizieq Shihab yang berada di daerah Duren Sawit Jakarta Timur hari Kamis (25/3/2021) mendapat teror dari pihak yang tak dikenal berupa pelemparan cat yang mengenai mobil yang sedang diparkir dan lantai halaman. 

Kepada Faktakini.info, Zaki dan Syafi'i dua orang anggota Front Persaudaraan Islam (FPI) yang selalu mengawal Aziz setiap hari, mengatakan bahwa sejak hari Sabtu (20/3/2021) sekelompok orang memang sudah melakukan pengintaian, memantau dan melakukan foto-foto di kediaman Aziz. 

Namun saat didatangi oleh tetangga dan warga setempat, sekelompok orang yang dipastikan berasal dari luar itu langsung kabur. 

Zaki mengatakan daerah tempat tinggal Aziz itu saat siang hari semi terlarang, dan di malam hari terlarang untuk dimasuki warga luar. 

"Selain warga sekitar, pasti ketahuan bila ada orang luar yang masuk, jadi lumayan agak nekad juga pelaku yang menteror kediaman bang Aziz tersebut," ujar Zaki, Kamis (25/3) sore. 

Zaki mengungkapkan hari Kamis (25/3) dini hari saat Aziz baru pulang sekitar jam 2, Pos Keamanan yang persis menempel di depan rumah Aziz itu ia lihat masih ramai berisi team pengamanan setempat. Dan saat waktu Sholat Shubuh, biasanya Pos keamanan itu sudah sepi, jadi diduga pelaku melakukan aksi nya saat itu. 

"Jadi kemungkinan besar pelaku melakukan aksi nya di saat Shubuh itu saat umat sedang Sholat Shubuh. Karena mereka sudah memantau terus kediaman bang Aziz sejak hari Sabtu jadi mungkin mereka sudah tau kapan waktu sepinya", ujar Zaki. 

Zaki mengatakan pelaku tidak berani masuk ke dalam rumah Aziz dan hanya melemparkan cat dari luar pagar, dan mengenai mobil adik-adik Aziz dan lantai depan rumah. 

"Alhamdulillah nya walau pun rumah bang Aziz tidak digembok, tetapi pelaku ternyata tidak berani masuk, jadi mereka lempar dari luar dengan agak manjat dari jarak sekitar 15 meter sehingga cat mobil berceceran kena mobil adik-adik bang Aziz yang kebetulan sedang ditaruh di tempat itu. Qodarulllah", lanjutnya. 
Zaki mengatakan Aziz baru menyadari ada yang melempari cat warna merah ke kediamannya setelah ia memutarkan mobil untuk mengantar Aziz pergi, karena saat Shubuh masih gelap jadi tidak terlihat. 

Aziz sendiri menganggap peristiwa teror ini sebagai hal yang biasa-biasa saja, ia tidak gentar apalagi takut. 

"Bang Aziz menegaskan tidak ada rasa gentar apalagi takut atas teror ini. Bahkan ia menganggap nya biasa saja peristiwa teror ini dan akan tetap bekerja seperti biasa," tutup Zaki.

(Sumber: Faktakini)