'Kalau Kita Bisa Impor, Mengapa Menanam Sendiri?'

Dampak dari impor beras itu tak hanya berkaitan dengan anjloknya harga gabah yang merugikan petani.

Tapi, juga pada soal 'mindset' dan cara berpikir keblinger: Kalau kita bisa beli, mengapa menanam sendiri? Kalau kita bisa beli, mengapa perlu bikin sendiri? Kalau bisa impor, mengapa perlu capek memikirkan solusi terhadap problem pertanian?

Dengan mindset seperti itu, kita cenderung terjatuh hanya sekadar menjadi konsumen.

Kita hanya sekadar pasar. Tak cuma beras, tapi hampir semua produk: dari kebutuhan dasar seperti pangan hingga mesin, mobil, gadget dan apapun.

Soalnya bukan apakah kita punya uang atau berkantong tipis (dalam konteks bernegara, kita bukan termasuk negeri kaya).

Soalnya adalah kita menjadi terbiasa menganggap uang bisa menyelesaikan semua masalah. Kita kehilangan imajinasi dan kreativitas dalam memecahkan banyak masalah.

By FARID GABAN
(Wartawan Senior)

PASAR. Dampak dari impor beras itu tak hanya berkaitan dengan anjloknya harga gabah yang merugikan petani. Tapi, juga...

Dikirim oleh Farid Gaban pada Sabtu, 20 Maret 2021