Diblokir Twitter Lebih Menyedihkan Bagi Trump Ketimbang Dimakzulkan

[PORTAL-ISLAM.ID]  Meski sudah tidak lagi berada di Gedung Putih, kabar mengenai mantan Presiden Donald Trump masih terus diperbincangkan.

Baru-baru ini, keponakan Trump, Mary, mengungkapkan bahwa pamannya lebih kecewa karena diblokir dari Twitter dan lapangan golfnya batal menjadi tuan rumah kejuaraan PGA 2022, daripada dimakzulkan.

"Saya pikir diblokir dari Twiiter dan meminta PGA mengambil turnamen mereka dari lapangan golfnya mungkin adalah hal terburuk yang terjadi padanya dalam empat tahun terakhir," ujar Mary ketika diwawancarai oleh Business Insider, seperti dikutip Sputnik, Senin (15/3/2021).

"Bagaimana dia mengelola tanpa Twitter? Karena bahkan dia harus menyadari bahwa orang-orang sebenarnya tidak memperhatikannya dengan cara yang sama," tambahnya.

Pernyataan senada juga sempat disampaikan oleh koresponden New York Times, Maggie Haberman. Ia mengatakan, reaksi Trump atas keputusan PGA dibandingkan pemakzulan keduanya jauh berbeda.

"Dia marah mengenai pemakzulkan, berdasarkan orang-orang yang telah berbicara padanya. Tetapi reaksi terhadap keputusan PGA jauh berbeda levelnya," ujarnya pada 12 Januari 2021.

Trump dimakzulkan untuk kedua kalinya karena dianggap bertanggung jawab atas hasutan pemberontakan dalam insiden kerusuhan di Capitol Hill pada 6 Januari. Meski begitu, pemakzulan tersebut gagal di Senat.

Insiden yang sama juga membuat akun Twitter Trump diblokir secara permanen dan ia kehilangan hak istimewa menjadi tuan rumah turnamen golf PGA 20211 di Bedminster.[]