Jejak KH Miftachul Akhyar: Bela FPI, Tegur Said Aqil, Menangkan Jokowi

[PORTAL-ISLAM.ID]  KH Miftachul Akhyar akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum MUI menggantikan KH Maruf Amin. Nama KH Miftachul Akhyar tak mengangetkan, sebab sebelum pemilihan Munas MUI, dia masuk dalam bursa kuat calon Ketum MUI. Jejak KH Miftachul Akhyar dinilai menarik.

Dengan cepat publik mencari informasi soal KH Miftachul Akhyar, dan ternyata beberapa warganet jejak digital sang kiai ini diklaim bisa membuat kaum cebong cuit hati. Kok bisa? Ternyata jejaknya tokoh PBNU ini pernah memberatkan Ahok dalam kesaksiannya di sidang dugaan penistaan agama yang membelit mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Jejak KH Miftachul Akhyar sudutkan Ahok

KH Miftachul Akhyar beberapa tahun lalau menjadi saksi ahli dalam kasus dugaan penistaan agama yang membelit Ahok.

Dalam kesaksiannya sebagai ahli agama, ulama asal Jawa Timur itu memberatkan Ahok dengan mengatakan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu memicu kegaduhan umat. Si kiai dalam kesaksiannya pada Selasa 21 Februari 2017 itu bahkan mengatakan Ahok telah menyesatkan umat Islam lewat pidatonya.

Dukung FPI

Jejak berita juga menunjukkan KH Miftachul Akhyar mendukung gerak FPI lho. Warganet membagikan kliping berita sikap mantan Rais Syuriah PWNU Jawa Timur itu soal FPI.

Dalam sebuah berita koran, kiai pengasuh Ponpes Mictachussunnah Kedungtarukan Surabaya ini memandang manfaat FPI makin sangat jelas dalam memberantas kemunkaran. Malahan si kiai mengatakan, FPI telah mengambil alih tugas Nahdlatul Ulama dalam penanganan pencegahan kemunkaran (nahi munkar).

Dalam kliping tersebut, ulama NU itu lugas mengatakan selama ini ormas Islam cenderung fokus pada amar makruf atau mengajak kebaikan saja, sedangkan nahi munkar nyaris tidak ada, makanya itu terasa jomplang.

Untungnya di kiai ini mengatakan peran FPI mencoba menyeimbangkan kejomplangan tersebut.

KH Miftachul Akhyar pun menunjukkan bagaimana FPI terdepan dalam urusan bencana. Tiap saat ada bencana terjadi, FPI sigap bergerak.

Tegur Ketum PBNU

KH Miftachul Akhyar juga pernah menegur Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj karea penyataan orang nomor satu PBNU itu kerap membuat gaduh umat di bawah.

Sebagai Rois Aam PBNU, dia mengaku sudah berkali-kali mengingatkan Ketum PBNU untuk menjaga pernyataannya yang kontroversial serta manuvernya.

Namun demikian, dia merasa sudah menjalankan tugasnya memanggil dan menegur Ketum PBNU.

“Ketua umum sudah kita panggil dan ingatkan manuver-manuver soal itu. Mestinya pemimpin itu statement-nya ada yang membuat kita ini tenang dan makin paham Aswaja, tapi statement ini kok ada kesan menyepelekan, guyonan, kita tegur. Ini sebetulnya nggak layak,” kata dia dalam sebuah pidato.

Selanjutnya dalam video itu, KH Miftachul mengaku salah satu guyonan yang membuatnya menegur Ketum PBNU adalah guyonan soal NU Katolik.

“Kita sudah berbuat manakala di bawah mendengar ada hal yang tidak cocok. Semua harus tahu manuver macam itu di periode kemarin dan ini dan periode sebelumnya hal yang biasa dilakukan. Dan kita ini agak kesulian periode kemarin dianggap sudah biasa. Kalau sekarang ini kadang disebut pak ini adalah NU cabang katolik misalnya, itu nggak patut sebetulnya sepertinya di NU jadi kabur. Bahkan ada ungkapan yang merendahkan nilai perjuangan ulama dahulu,” katanya.

Dukung Jokowi - Maruf Amin

KH Miftahul Akhyar ikut memenangkan Joko Widodo - Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Karena Maruf Amin merupakan kadee NU.

"Jadi beliau-lah kader terbaik. Untuk menunjukkan dan membuktikan beliau sebagai kader terbaik tunjukkan, jangan sampai beliau gagal. Itu artikan sendiri maksudnya," kata Miftahul usai melakukan pertemuan tertutup dengan puluhan kiai sepuh NU se-Jawa Timur di Surabaya, Rabu (24/2/2019).

Dia menjelaskan, memenangkan Jokowi - Ma'ruf di Pilpres 2019 merupakan hajatan NU. Sebab, hal tersebut menyangkut masa depan NU dan nahdiyin. "Apalagi beliau ini kan kader terbaik. Hasil pertama kali, hasil perdana muktamar Jombang menghasilkan beliau hasil dari pada perubahan tata cara pemilihan rais am," jelas Kiai Miftahul. [hops]