Tafsir Khawatir


Tafsir Khawatir

Kata 'khawatir' biasa juga ditulis menjadi 'kuatir' dalam bahasa Indonesia berarti gelisah, ragu dan cemas.

Asalnya dari bahasa Arab, namun ketika masih asli Arab, maknanya 180 derajat berbeda dengan yang sudah di-indonesiakan.

Khawatir (خواطر) itu bentuk jama' خاطرة  yang mana خطر itu maknanya lintasan pikiran, atau apa yang terlintas dalam pikiran sesaat. خطر على باله

Maka ketika orang Arab menyebut 'al-khawatir', dia bukan lagi dag-dig-dug, cemas, resah atau gelisah. Tidak dan bukan itu maksudnya.

Al-Khawatir dalam ungkapan Arab bermakna pemikiran-pemikiran yang muncul begitu saja dan terlintas di dalam benak.

Dan buat para ulama yang ilmunya luas dan hatinya ikhlas, mereka sering mendapatkan 'al-khawatir' ini. Salah satunya ulama besar Mesir yaitu Syeikh Mutawalli As-Sya'rawi.

Beliau ulama yang padat dengan ilmu, matang dalam pendidikan agama dan menjadi rujukan banyak umat.

Beliau punya banyak taklim, bahkan rutin mengisi kajian di berbagai media seperi radio, televisi dan kaset.

Biasanya beliau menjelaskan ayat-ayat Al-Quran secara runut, rinci dan jelas. Banyak orang yang merasa nyaman mendengar nasehatnya.

Lalu rekamannya dituliskan menjadi kitab tafsir tebal yang diberi judul: "Tafsir Wa Khawatir Imam Muhammad Mutawalli Sya'rawi" (Tafsir dan Lintasan Pikiran Imam Muhammad Mutawalli Sya'rawi).

Tapi kalau yang bicara ayat Quran justru mereka yang bukan ulama, maka tiap menyitir ayat, kita ini yang justru merasa khawatir. Jangan-jangan dia ngaco dan meracau lagi nih. Nah, kalau ini khawatir dalam arti bahasa Indonesia.

(Ustadz Ahmad Sarwat)

[NGAJI | Perjalanan Waktu dan Kematian | Syaikh Mutawalli As-Sya'rawi]