MARI... UMAT ISLAM Kawal Kasus Denny Siregar


KAWAL KASUS DENNY SIREGAR

Pegiat media sosial, Denny Siregar, resmi dilaporkan ke polisi oleh Forum Mujahid Tasikmalaya.

Pelaporan ini dibarengi dengan aksi damai yang dilakukan ratusan orang dari Forum Mujahid Tasikmalaya di depan Mapolres Tasikmalaya, Kamis (2/7/2020). Massa mengecam keras postingan Denny Siregar dalam akun facebooknya pada 27 Juni 2020. Di mana Denny memposting tulisan panjang berjudul 'Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang', dengan foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi Tasikmalaya. Di foto itu, para santri cilik membawa bendera tauhid berwarna hitam dan putih.

Berbagai kasus hinaan pada agama Islam, menjelaskan bahwa umat Islam di negara ini bukanlah Teroris.

Masih aktifnya para penghina Islam kongkow bareng di pusat keramaian, membuktikan bahwa umat Islam negara ini tidaklah se extrem ISIS.

Jika umat negara ini seperti Afghanistan, Pakistan, Irak, Iran, pastinya para penghina Islam di sosmed atau tempat terbuka, sudah kena berondongan peluru saat mereka tampil di area terbuka. Gak nunggu waktu lama, sekarang mereka lontarkan hinaan, paling lama besok pagi mereka akan meregang nyawa dengan cara yang keji.

Negara ini masih memiliki umat yang sabar dan masih percaya pada hukum konstitusi negara.

Banyak yang koar-koar untuk melakukan 'perhitungan' dengan para penghina agama, namun sebatas meluapkan emosi saja. Melampiaskan kekesalan karena kegeraman dengan penegakkan hukum.

Kasus DS bisa menggiringnya ke bui, asal umat tetap konsisten untuk terus mengawal laporannya. Kita punya sejarah, bagaimana seorang Ahok yang terlindungi dan dijagokan memimpin negeri ini harus merasakan bagaimana umat marah namun tetap mengikuti jalur hukum yang berlaku.

DS bersama anggota yang dilindungi kakak pembina, memang licin dalam berbagai kasus yang menjeratnya. Sudah banyak pelaporan pada DS 'n the gank, tapi selalu mentah tanpa kejelasan. Karena apa? Karena kasusnya hanya sampai pelaporan lalu mengawal tanpa pergerakan.

Sekarang dia berulah lagi, menyinggung anak-anak penerus generasi Islam. Apa yang dia tulis sudah membunuh karakter santri dengan tuduhan pada kalimat tauhid. DS hanya penulis yang mempunyai kepentingan, dibelakangnya berdiri kekuasaan yang siap membereskan apa yang telah ia buat.

MENGUJI SAMPAI SEJAUH MANA KEKUATAN UMAT.

Mereka masih ingat bagaimana kekuatan umat pada kasus ahok, tapi mereka ragu kekuatan umat ini akan kembali ada untuk kasusnya seorang DS. Secara tidak langsung, mereka meremehkan kesatuan umat saat ini. Mereka anggap kita sudah terpecah dengan beberapa kasus ulama yang jadi motivator perjuangan.

BENARKAH BEGITU?

Aksi 212 menjadi bergelora karena sejarah mencatat Santri dan Umat Islam dari Tasikmalaya, Ciamis, Garut berjalan kaki menuju Jakarta. Berita ketangguhan mereka sampai ke penjuru dunia dan mendapatkan penghormatan. Tanpa perjuangan mereka, bisa jadi aksi 212 yang lalu hanya cerita biasa, karena kehadiran mereka juga aksi itu menjadi perjuangan umat untuk mendapatkan keadilan.

Sekarang mereka memanggil umat untuk ikut bersama mereka, mengangkat kepalan tangan, meminta keadilan atas kejahatan tuduhan. Maukah kita membantu mereka sebagai rasa persaudaraan Islam?

Yang dekat bergeraklah, yang jauh merapatlah dengan cara yang kita punya. Ramaikan dan tegakkan semangat untuk terus mengawal kasus pelaporannya. Jangan kendor dan terpecah dengan kasus lainnya.

Tunjukkan bahwa kesatuan umat itu masih kita miliki. Dukung ulama, dukung santri, lindungi agama dari tuduhan jahat yang selalu menghantamnya.

Jangan pesimis dulu, percaya bahwa kita bisa. Seperti dulu kita telah berhasil melakukannya pada penista agama.

(By Iwan Balaoe)