Apa Yang Disampaikan dr. Tifa Terbukti, WHO Sebut Penyebaran Virus Corona Bisa Lewat Udara


WHO Sebut Penyebaran Virus Corona Bisa Lewat Udara

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi penyebaran virus corona melalui udara atau airborne.

Pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Alleganzi mengatakan bahwa pihaknya telah membahas dan bekerja sama dengan para ilmuwan yang meneken surat tersebut.

"Kami mengakui bahwa ada bukti di lapangan, seperti di semua permukaan yang terpapar virus corona dan oleh karena itu kami percaya bahwa kami harus terbuka terhadap temuan ini dan memahami implikasinya mengenai cara penularan dan juga mengenai tindakan pencegahan yang perlu diambil," ujar Alleganzi dalam konferensi pers virtual pada Selasa (8/7/2020) seperti mengutip CNN.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah sebuah publikasi yang ditandatangani oleh 239 ilmuwan yang mendesak WHO untuk lebih terbuka soal penyebaran virus yang mungkin berasal dari tetesan cairan yang mengambang di udara.

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200708181346-134-522449/who-sebut-penyebaran-virus-corona-bisa-lewat-udara

***

Kan Dokter Tifa sudah bilang:
Awal Maret 2020. Di TV dan media.

Virus CORONA bertahan di udara 8 JAM!

4 bulan kemudian, baru WHO mengonfirmasi hal yang sama.

Ilmu yang saya pelajari dan tekuni dari hasil berkelana kemana-mana, namanya
Ilmu Epidemiologi Prediktif.

Analoginya begini.

Kalau ada Gempa. Tsunami. Gunung meletus. Tidak ada kan yang selama ini memprediksi, mengingatkan, dan memberitahukan langkah-langkah apa yang harus diambil, agar kerugian bisa diminimalisir, potensi kehancuran bisa diantisipasi, pencegahan terhadap bahaya yang mengancam jiwa bisa dilakukan jauh-jauh hari.

Nah, Ilmu Epidemiologi Prediktif, membantu melakukan prediksi atas sebuah Pandemi, karakter, perilaku, dan mutasi yang terjadi pada agen infeksi, menghitung langkah-langkah pencegahan, penatalaksanaan, antisipasi, menghitung Risiko, Peluang, Faktor, identifikasi segala variabel,  mitigasi risiko, agar sebanyak mungkin orang bisa diselamatkan.

Untuk Bencana COVID-19 ini.

Jauh-jauh hari saya sudah sampaikan potensi jumlah yang terinfeksi, berapa orang sakit, kemungkinan jumlah yang meninggal.

Karena semua itu ada ilmunya!

Jauh-jauh hari saya sudah sampaikan, siapkan  kuburan massal. Pembebasan lahan untuk langkah antisipasi.

Pada ngga sadar kan bahwa per hari ini luas kuburan seluruh Indonesia sudah bertambah  512,000 meter persegi).

Karena itu semua ada ilmunya!

Makanya dari sejak AWAL MARET 2020, saya sudah teriak: LOCKDOWN NEGARA. LOCKDOWN MANGKOK MERAH.

Agar tidak ada Virus dari luar Indonesia masuk ke Indonesia.

Agar tidak ada Virus dari daerah Mangkok merah masuk ke daerah yang masih bebas Corona.

Sekarang, apa yang terjadi.

Yang terjadi adalah, Tim Bubur diaduk yang menang!

Bagaikan bubur diaduk, orang yang terkena dengan orang yang tidak terkena, udah campur aduk jadi satu dengan virus, dimana-mana, dimana-mana. Di jalanan, Mall,  rumah, sekolah, kantor, pasar, stasiun, apalagi Rumah Sakit.

Mau bagaimana sekarang?

Ya sudah, Buburnya silakan  dimakan. Mau gimana lagi, masa dibuang.

Virus dalam 3 bulan, tepat seperti PREDIKSI saya, dari yang droplet jatuh 1-2 meter, sekarang sudah TERBANG alias AIRBORNE sejauh 8 meter.

Dokter Tifa sudah bilang, 4 bulan yang lalu!

Apa akibatnya buat Dokter Tifa?

Saya bocorin ya sekarang.

Setelah beberapa kali bicara di TV One, Net TV , dan RCTI, serta beberapa radio dan koran.

Mendadak.

Segala macam TV dan wartawan  yang sudah minta jadwal bertubi-tubi pagi siang sore malam, mendadak batalin semua!

Hmmmm....Ada yang takut Dokter Tifa bicara dan memberikan pengetahuan yang sebenarnya kepada rakyat.

Atau dengan kata lain:

Ada yang mau membiarkan, agar rakyat tidak tahu kejadian sesungguhnya, dan prediksi apa yang bakal terjadi.

Ada yang memang mau rakyat biar santuy keluyuran ke pasar, ke mall, nongkrong sana sini agar EKONOMI terus berjalan.

Ada yang memang mau, Dokter dan Nakes bekerja sampai sakit dan mati satu demi satu!

Siapapun Anda, yang tidak peduli dengan keselamatan nyawa rakyat Indonesia, tidak peduli dengan keselamatan Para Dokter dan Nakes,
Biar ditutupi dengan drama nyembah, sujudin kaki orang,  marah-marah pakai teks.

Yang cuma pedulikan jabatan dan pencitraan.

Saya harus katakan:

Anda itu manusia tanpa adab dan mati nurani!

(dr. Tifauzia Tyassuma)
Kan Dokter Tifa sudah bilang: Awal Maret 2020. Di TV dan media. Virus CORONA bertahan di udara 8 JAM! 4 bulan...
Dikirim oleh Tifauzia Tyassuma pada Rabu, 08 Juli 2020
loading...