Gelora Sah Jadi Parpol, Anis Matta: Takdir Allah yang Luar Biasa


[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta berterimakasih kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly yang telah menyerahkan surat keputusan (SK) tentang pengesahan badan hukum partainya.

Menurutnya, seluruh proses dan tahapannya merupakan pertanda baik bagi perjalanan partainya.

"Ini takdir Allah yang luar biasa, Pak Menteri menandatangani SK ini dan memberi kabar pada tanggal 26 Ramadhan, yang adalah malam menjelang lailatul qadar bagi kaum muslimin,” ujar Anis, Selasa (2/6/2020).

Penyerahan SK hari ini juga disambut baik olehnya, pengurus, dan kader Partai Gelora. Sebab, sehari setelah peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang jatuh pada 1 Juni.

"Asas partai ini juga adalah Pancasila. Mudah-mudahan urutan peristiwa ini menjadi pertanda baik di awal perjalanan Partai Gelora,” ujar Anis.

Partai Gelora telah secara resmi mendaftarkan diri ke Kemenkumham sebagai partai politik. Selain kepengurusan pusat, Gelora juga mendaftarkan kepengurusan 34 DPW, 484 DPD dan 4.394 DPC pada 31 Maret lalu.

Di jajaran elite Partai Gelora, terdapat nama-nama yang tak asing, seperti Anis Matta yang didapuk menjadi ketua umum, Fahri Hamzah (wakil ketua umum), dan Mahfudz Siddiq (sekretaris jenderal).

Anis berharap berdirinya Partai Gelora dapat langsung berkontribusi bagi bangsa dan masyarakat. Apalagi, partai ini lahir di tengah masa pandemi virus Covid-19 atau corona.

"Semua negara sekarang ini diterpa krisis tak terkecuali Indonesia, sehingga diperlukan ruang bagi akal kolektif untuk merumuskan peta jalan baru," ujar Anis.

Sementara itu, Yasonna menyampaikan harapannya, agar partai yang dipimpin Anis Matta itu dapat lolos ke parlemen pada 2024.

“Partai Gelora Indonesia sudah membuktikan ikut dalam aksi Covid-19 dan saya optimis 2024 Partai Gelora akan diperhitungkan dan bisa ikut berkontribusi di parlemen," harapnya.

Menurutnya, dengan adanya sejumlah tokoh yang tak asing lagi di perpolitikan Indonesia, Partai Gelora dapat berbicara banyak nantinya. Khususnya dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan konstituennya.

"Kita harapkan Partai Gelora dapat konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, menghindari diri dari perbuatan-perbuatan yang belakangan ini disebut korupsi, kolusi, nepotisme," ujar Yasonna.[Mafaza]

loading...