TARGET Mereka Memang Untuk MEMBUSUKKAN HABAIB dan PARA ULAMA


TARGET MEREKA MEMANG UNTUK MEMBUSUKKAN HABAIB DAN PARA ULAMA

Sampai detik ini, masih ramai di media sosial hujatan terhadap Habib Umar Assegaf.

Padahal apa sih "Kejahatan" beliau...?

Mari kita bedah dengan pikiran jernih dan hati bersih.

Kesalahan Habib Umar yang dianggap "Kejahatan Luar Biasa" itu hanya karena beliau membawa keluarga sendiri pakai mobil sendiri, melebihi muatan yang di ijinkan sesuai aturan PSBB.

Catat lagi :
 1. Membawa Keluarga Sendiri
 2. Memakai Mobil sendiri
 3. Melebihi muatan yang di ijinkan sesuai aturan PSBB.

Jadi kesalahan beliau yang dianggap sebagai "Kejahatan Luar Biasa" ada pada poin-3 !

+ Tapi Habib marah-marah dan mendorong-dorong Petugas ?

Ok, alasan beliau marah-marah saya belum tahu dan pasti ada penyebabnya.
Tapi sebagai bekas santri, saya paham kenapa beliau tiba-tiba mengamuk dan mendorong-dorong semua Petugas yang merapat ke Mobilnya.

Saya yakin di dalam mobil ada anggota keluarga Perempuan dari Habib. Dan hukumnya merupakan pantangan besar bagi non muhrim dari kerabat Habib untuk tengak-tengok keluarga Kyai/Habib/Ulama.

Pertanyaan pentingnya :
𝘼𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙃𝙖𝙗𝙞𝙗 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙤𝙧𝙤𝙣𝙜-𝙙𝙤𝙧𝙤𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙞𝙖𝙪 𝙗𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙙𝙞𝙩𝙞𝙣𝙟𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙩𝙚𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜-𝙩𝙚𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜...?

Biar lebih jernih kita memandang persoalan ini, bagaimana kalau kita andaikan saja kasusnya Pendeta Agama lain. Atau kita lepas atribut Pemuka Agama. Sebut saja beliau seorang kakek-kakek biasa.

"Apakah wajar seorang Kakek-kakek di pukuli hanya karena mendorong-dorong Petugas?"

Bagi saya tetap tidak wajar. Jangankan Pelanggaran Administratif seperti pelanggaran jumlah penumpang mobil sesuai PSBB, Pelanggaran atau Kejahatan Pidana sekalipun, misalnya Copet ketangkap, tetap tidak boleh dipukuli Petugas atau masyarakat yang menangkapnya !

+ Tapi semua orang Indonesia sama kedudukannya di mata hukum?

Matamu... !!!
Selain hukum kita memiliki tradisi dan kearifan lokal yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Sebut saja, misalnya kalau di Jogja, keluarga Kraton harus di istimewakan. Terus seorang Pejabat pasti berbeda pelayanan dan keistimewaannya dibandingkan dapurmu yang cuma pengangguran.

Ayo kita berhenti menipu diri sendiri dengan mengulang-ulang membaca teks Peraturan dan Undang-undang, sementara kita juga tahu dipelaksanaan dan kenyataannya tidak demikian.

Kesalahan dan pelanggaran Prosedur yang dilakukan Habib Umar Assegaf tidak ada apa-apanya dibandingkan yang dilakukan oleh Pengelola McD Sarinah. Pengelola McD Sarinah justru membuat kerumunan orang ramai-ramai entah siapa-siapa dan entah darimana !

Kesalahan dan pelanggaran Prosedur yang dilakukan Habib Umar Assegaf tidak ada apa-apanya dibandingkan yang dilakukan oleh Penyelenggara Konser BPIP. Para Pejabat Tinggi Negara dan manula-manula kurang kerjaan di Konser itu berfoto ramai-ramai tanpa masker dan tanpa menjaga jarak.

Kesalahan dan pelanggaran Prosedur yang dilakukan Habib Umar Assegaf tidak ada apa-apanya dibandingkan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan yang membuka Bandara dan membuat manusia jadi berjubel di dalamnya. Bandara penuh sesak dengan manusia. Belum lagi TKA-TKA dari China tetap bebas masuk padahal sumber virusnya dari sana.

Kenapa di Pelanggaran PSBB McD, Konser Amal dan Pembukaan Bandara semua cuma diam...?

Karena Pelakunya bukan seorang Habib. Bukan seorang Ulama !!!

Sementara di kasus Habib Umar, jadi ramai dan penuh caci-maki, padahal kesalahannya cuma sepele (membawa muatan berlebihan orang), karena beliau seorang tokoh agama. Maka ramai para neo PKI menghujat dan mencaci-maki beliau !!!

Buktinya sampai beredar screenshoot fitnah terhadap keabsahan mobil beliau. Di sebut vios. Padahal beliau memakai Toyota Camry. Screenshoot fitnahan ini beredar dimana-mana. Padahal tinggal cek sendiri ke e-Samsat Jawa Timur, langsung terklarifikasi kalau semuanya cuma fitnah belaka.


Ayo, jangan kita biarkan neo PKI membusukkan para Pemuka Agama kita. Bagi manusia-manusia pengikut dajjal yang tidak bertuhan itu, Ulama kentut dianggap kesalahannya lebih besar dibandingkan Politikus yang Koruptor. Chat fitnah terhadap seorang Habib dianggap jauh lebih berbahaya untuk masa depan Indonesia dibandingkan kasus Suap Harun Masiku. Habib mengritik rezim dianggap musuh bersama dibandingkan rezim yang berulangkali "memprank" rakyatnya sendiri.

Jangan diamkan semua fitnah dan caci-maki pra provokator bekas pengikut Musso dan Aidit ini. Kalau mereka memfitnah Ulama di Twitter, luruskan dengan fakta dan cari sampai dapat orangnya. Kalau mereka mencaci-maki para Ulama di Facebook, tangkap dan langsung gebuk. Karena kadang kala untuk meluruskan dan menyadarkan binatang itu mesti pakai cambuk !!!

29 Ramadhan 1441

(By Azwar Siregar)

loading...