RESPEK! 2X MAHASISWA HUKUM UGM "MENGGONCANG PUSAT KEKUASAAN"


RESPEK UNTUK MAHASISWA HUKUM UGM

Respek untuk anak-anak Fakultas Hukum UGM. Saya mencatat, setidaknya sudah dua kali mereka membuat diskusi yang mengusik. Pada diskusi pertama, poster mereka 'disensor'; sementara pada diskusi kedua, panitia dan narasumbernya diteror. Artinya, di tengah krisis yang tengah mengepung kita saat ini, mereka sudah mendiskusikan isu-isu yang benar.

Meski Presiden saat ini adalah alumni UGM, dan banyak menterinya adalah anggota KAGAMA, ditambah banyaknya dosen Gadjah Mada yang kini menjadi pejabat pemerintah serta komisaris BUMN, mahasiswa Fakultas Hukum UGM ternyata bisa tetap bersikap kritis pada kekuasaan. Hal ini cukup membanggakan.

UGM memang berada di tengah pusat kebudayaan Jawa yang feodal, namun mahasiswa dan dosen-dosen UGM mestinya tidak boleh membiarkan dirinya dikungkung oleh feodalisme! Sebagai komunitas intelektual, meminjam Chomsky, warga UGM memikul tanggung jawab untuk menyuarakan kebenaran dan mengekspose kebohongan.

Kita berharap sikap kritis semacam itu juga bisa muncul dari mahasiswa fakultas lainnya, terutama Fisipol, Ekonomi, Kehutanan, atau Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, yang mewakili sektor-sektor utama krisis yang tengah kita hadapi.

(Tarli Nugroho)/fb

RESPEK UNTUK MAHASISWA HUKUM UGM Respek untuk anak-anak Fakultas Hukum UGM. Saya mencatat, setidaknya sudah dua kali...
Dikirim oleh Tarli Nugroho pada Sabtu, 30 Mei 2020
loading...