Serukan Penyelidikan Independen, Australia Tuntut China soal Asal-usul Covid-19


[PORTAL-ISLAM.ID] Australia menuntut transparansi China dalam penyelidikan internasional mengenai asal-usul dan penyebaran Covid-19. Seruan untuk tinjauan global yang menyeluruh terhadap krisis itu didukung oleh Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne.

Pihak berwenang China berada di bawah tekanan terkait penanganan wabah virus corona. Presiden AS Donald Trump menyatakan, Sabtu (18/4/2020) China harus menghadapi beberapa konsekuensi jika "dengan sadar bertanggung jawab" atas pandemi tersebut.

Australia kini ikut menyerukan diadakannya penyelidikan independen tentang asal-usul COVID-19 dan bagaimana virus itu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, melalui Australian Broadcasting Corp menyatakan bahwa China harus diselidiki secara menyeluruh.

“Kunci untuk memahami krisis ini adalah transparansi, tentu saja, transparansi China. Sikap transparansi dari negara-negara penting di seluruh dunia akan menjadi bagian dari tiap tinjauan yang dilakukan. Saya pikir adalah penting mengidentifikasi dan menentukan mekanisme peninjauan independen dalam mengevaluasi epidemi itu hingga menjadi pandemi,” kata Payne.

Pemerintahan di Canberra berkeras mengatakan, tinjauan global apa pun tidak boleh dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu sendiri.

Sejumlah pejabat Australia mengemukakan beberapa tanggapan WHO atas wabah virus corona tersebut “tidak membantu.”

Australia menentang saran WHO pada awal Februari 2020 terkait para pengunjung dari China daratan. Canberra kemudian menutup sejumlah perbatasan Australia dan memberlakukan aturan karantina wilayah (lockdown) yang ketat. Menteri Kesehatan Greg Hunt menilai Australia berhasil dalam kampanye melawan COVID-19 namun perjuangan masih jauh dari yang diharapkan.

China Bantah Klaim Virus Corona Berasal dari Lab di Wuhan

China membantah pandemi virus corona berasal dari laboratorium biosekuriti dan bukan penularan dari hewan ke manusia di Wuhan seperti yang umumnya diyakini.

Yuan Zhiming, direktur Laboratorium Keamanan Hayati Nasional Wuhan, kepada lembaga kepenyiaran China yang berbahasa Inggris CGTN hari Sabtu mengatakan, "Tidak mungkin" virus itu menyebar dari Institut Virologi Wuhan, khususnya laboratorium P4-nya, yang menangani virus berbahaya.

Ia mengatakan pendapat bahwa virus corona berasal dari lab, sebagai mana dipopulerkan oleh pendukung konservatif Presiden AS Donald Trump, adalah "teori konspirasi."

Dr. Deborah Birx, koordinator penanggulangan gugus tugas virus korona Gedung Putih, mengatakan pada acara "Face the Nation" CBS pada hari Minggu, "Saya kira jalan masih panjang" untuk mencari tahu asal-usul wabah virus corona.

“Akan memakan waktu untuk benar-benar memetakan dan melacak virus khusus ini ... untuk mendapatkan bukti ilmiah dari mana virus ini berasal,” katanya. “Kita tahu virus berasal dari China. Kita hanya tidak mengetahui bagaimana dan di mana.”

Sumber: VOA

loading...