Merasa Bersalah terkait Kebijakan Penanganan Corona, Mendagri Turki Mengundurkan Diri


[PORTAL-ISLAM.ID] Inilah mental pejabat yang seharusnya... dibanding dagelan para pejabat di negeri Wakanda menghadapi corona.. kesalahan Mendari Turki ini sederhana.. Mendagri umumkan karantina wilayah 2 jam sebelum diberlakukan, sehingga menimbulkan panic buying sekitar 250.000 orang yang menyerbu toko-toko di seluruh penjuru Turki.

Menteri Dalam Negeri Turki Süleyman Soylu mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan, Minggu (12/4/2020).

Dilansir DailySabah, Soylu mengundurkan diri pada Minggu malam karena mengumumkan waktu karantina terkait virus corona dua jam sebelum implementasi pada akhir pekan Jumat malam, sehingga mengakibatkan sekitar 250.000 orang 'panic buying' membanjiri toko-toko dan toko roti di seluruh Turki.

"Semua tanggung jawab mengenai penerapan jam malam ada pada saya," kata Süleyman Soylu terkait insiden itu.

Namun pengunduran Mendari ini ditolak oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

Direktorat Komunikasi Kepresidenan mengeluarkan pernyataan setelah pengunduran diri Soylu, yang menunjukkan bahwa presiden tidak menerima pengunduran diri tersebut, dan karena itu, Soylu akan melanjutkan tugasnya.

"Süleyman Soylu, yang diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri segera setelah upaya kudeta 15 Juli, telah mendapatkan apresiasi dari negara kami dengan pekerjaannya yang sukses sejauh ini," kata pernyataan itu.

Pernyataan itu memuji Soylu karena perannya dalam secara signifikan mengurangi kapasitas organisasi teroris di Turki, serta karyanya mengoordinasikan upaya respons terhadap bencana alam seperti gempa bumi.

Ia juga mencatat keberhasilan menteri dalam negeri selama bulan terakhir wabah coronavirus dalam memastikan bahwa tidak ada masalah dengan keamanan publik dan bahwa upaya penanggulangan virus dilakukan dengan sukses.

Di media sosial, netizen Turki juga memberi dukungan kepada sang menteri agar melanjutkan perjuangan. Tagar dukungan kepada Mendari sampai jadi Trending Topik di Turki.

Begini kisah pejabat yang nabi gambarkan, dia mencintai rakyatnya dan rakyatnya mencintai dia.

Baca juga :