Google Lakukan Kebohongan Soal Luas Palestina Paska "Deal of Century"


[PORTAL-ISLAM.ID]  Bersamaan dengan pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tentang rencana perdamaian AS yang dikenal dengan "Kesepakatan Abad Ini" atau "Deal of Century" bangsa Palestina dikejutkan oleh perubahan mesin situs pencari Google yang mengubah luas Palestina dari keadaan sebenarnya.

Google menunjukkan, area Palestina seluas 6.220 km2 dan area Israel 22.145 km2. Padahal wilayah Palestina sebenarnya adalah 27.000 km2. Sementara itu, Google menggunakan area aktual sebelum presiden Amerika mengumumkan rincian kesepakatan abad ini.


Pada hari Selasa (28/1/2020), Presiden AS Donald Trump mengumumkan tentang rencana perdamaian AS, yang dikenal sebagai Kesepakatan Abad Ini yang bertujuan menyelesaikan konflik Israel-Palestina dengan sebuah rencana yang disambut baik oleh Israel, namun ditolak mentah-mentah oleh rakyat Palestina.

Dalam pidatonya, Trump menyebutkan, data rencana tersebut didasarkan pada solusi dua negara, di mana Palestina menjamin keamanan Israel dengan imbalan Palestina akan mendapatkan negara merdeka, mereka juga akan memperolah hak ibu kota di Al-Quds Timur.

Namun Trump mengatakan, Al-Quds akan menjadi ibu kota kesatuan Israel. Trump yang berbicara didampingi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, “Yang terakhir mereka akan bekerja sama dengan Raja Yordania untuk mengelola tempat suci Islam di Al-Quds.”

Trump mengatakan, Palestina akan mendapatkan negara merdeka dan mungkin ini adalah kesempatan terakhir. Ia menambahkan, dunia Islam harus memperbaiki kesalahannya karena telah menyerang Israel pada tahun 1948.

Trump juga mengatakan US$ 50 miliar akan dihemat untuk melaksanakan proyek-proyek yang akan membuat Palestina bebas dari bantuan asing.

Trump mengatakan di awal pidatonya, Ekstrimisme Islam dan terorisme adalah agresi di wilayah Timur Tengah dan ia berterima kasih kepada Kesultanan Oman, Bahrain, dan Uni Emirat Arab yang telah mengirimkan duta besarnya untuk menghadiri Deklarasi Deal of Century.

Dalam tweeternya Trump mengumumkan negara Palestina di masa depan yang akan terlihat dengan ibukotanya di Al-Quds. Ia juga melampirkan peta baru yang menunjukkan bentuk Palestina menurut pandangannya.

Namun rencana Trump dan Israel ini ditolak mentah-mentah bangsa Palestina.

"Al-Quds tidak untuk dijual," tegas Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam konpersnya menanggapi Trump.

Sumber: InfoPalestina

Baca juga :