Rasa Gelora, Rasa Indonesia


Rasa Gelora, Rasa Indonesia

"Kalau Gelora isine wong Mantan PKS thok, yo podo wae. Loe lagi... loe lagi. Cuma ganti baju saja, cap wahabi gak akan berubah, tetap nempel". Begitu komentar teman karib yang berinisial "GUS".

Pernyataan ini mewakili sekian banyak masyarakat yang pandanganya masih "ragu" karena belum tahu "jeroanya" Gelora.

Ibarat Roti, Partai Gelora itu adonan dari bahan baku beragam. "Bahan baku" adonan dari kader PKS hanya 10-30% bergantung masing masing daerah. Sedang yang 70-80% "bahan baku" rakyat Indonesia yang beragam.

Di Madura, isi adonan dari bahan baku kader PKS tak lebih 5% itupun ada di Sampang dan Bangkalan. Pembentukan Struktur madura, terutama Pamekasan dan Sumenep  full 100% kami serahkan para alumni-alumni pesantren madura. Dengan demikian, rasa dan warna Gelora madura adalah rasa dan warna khas madura.

Di tapal kuda, Matraman dan Arek, bahan baku partai Gelora lebih banyak dari kalangan Agamawan, Nasionalis dan Milenial. Malah yg unik, pengurus DPD sampai DPC Gelora kota Madiun 100% emak emak dan 100% non kader PKS.

Jika di lihat dari komposisi ISI  bahan adonan seperti gambaran diatas, tentu rasa gelora bukan "rasa PKS" tetapi rasa "Rakyat Indonesia". Belum lagi jika dilihat dari BENTUK  dan WARNAnya tentu berbeda.

Partai ini inklusif, terbuka untuk siapa saja. Tidak ada jenjang pengkaderan yang bisa menutup dan membatasi rakyat Indonesia berkontribusi dari berbagai corak dan golongan. Tak ada istilah kader internal dan kader eksternal.

Pilihan diksi dalam interaksi pergaulan juga bebas. Pesan Nabi, bahasa terbaik adalah bahasa kaumnya. Maka Partai gelora lebih memilih diksi " anda, sampeyan, njenengan, peno, dll". Tentu jika ada yang masih menggunakan diksi "ana" dan "antum" juga gak ada masalah. Partai Gelora, ibarat lapangan sepak bola, siapa saja bisa menjadi pemain ( tentu ada aturan dan kode ektiknya) dan siapa saja juga boleh menjadi supporternya.

Partai Gelora memperjuangkan issu issu keindonesiaan dan keragaman Indonesia. Gelora berjuang utk rakyat Indonesia. Gelora lebih memilih " isi" dari pada " wadah" ( packaging).

Jika kita  mengatakan " mari kita perjuangkan pendidikan di  indonesia", itu artinya  kita  perjuangkan pendidikan Nasional yang 80% didalamnya lembaga pendidikan Islam. Jika kita mengangkat issu keadilan dan kemakmuran rakyat Indonesia, itu artinya kita juga perjuangkan keadilan dan kemakmuran seluruh rakyat indonesia yang didalamnya 85% umat Islam.

Partai Gelora juga tidak menyeragamkan PILIHAN MADZHAB FIQH. Karena  Gelora adalah partai politik bukan organisasi keagamaan. Boleh qunut boleh tidak, boleh tahlil boleh tidak, boleh sholawatan boleh tidak. Tak ada paksaan dalam pilihan beribadah, sebagaimana tak ada paksaan dalam pilihan Agama.

Inilah Rasa, Warna dan bentuk Partai Gelora. Partai gelora emang untuk Indonesia.

Oleh: Gus Sirot 
(Ketua DPW Gelora Jawa Timur)