Kejahatan Politik Seharusnya Dibawa ke Pengadilan Politik


Kejahatan Politik Seharusnya Dibawa ke Pengadilan Politik

By Asyari Usman
(Penulis adalah wartawan senior)

Anda semua pasti kecewa, dongkol, jengkel, frustrasi. Kecewa pada Mahkamah Konstitusi (MK) serta jengkel kepada KPU, Bawaslu dan kubu 01. Kalau reaksi Anda seperti ini, berarti Anda normal. Bersyukurlah, Anda masih berada di jalan yang lurus. Anda belum terikut jalan dajjal.

Nah, mengapa proses yang berlangsung di MK akhirnya mengecewakan Anda semua sebagai pemilih dan pendukung paslonpres 02?

Simpel saja. Proses yang mengecewakan itu merupakan konfirmasi bahwa kejahatan politik tidak bisa dibawa ke pengadilan hukum. Kejahatan politik harus diselesaikan di “pengadilan politik” juga.

Pengadilan politik di mana alamatnya, Bang? Pengadilan politik itu tidak punya alamat darat. Letaknya di Planet Kecerdasan. Ini alamat lengkap pengadilan politik di Planet Kecerdasan itu: Menara Keberanian, Jalan Kesatria Jujur No. 1, Bundaran Jihad, Jannat City.

Kalau tempohari kecurangan pilpres 2019 dibawa ke sana, kemungkinan besar paslonpres 02 bisa mendapatkan keadilan. Sebab, tidak ada yang berani bermain-main dengan pengadilan politik. Seluruh rakyat pendukung Prabowo-Sandi bisa hadir di situ. Kalau ada pihak yang coba-coba intervensi, langsung dibereskan oleh para petugas keamanan yang bertugas di Menara Keberanian.

Pasti tak ada yang berani macam-macam. Karena akan diterkam macan-macan.

Bundaran Jihad itu sangat terkenal sebagai kawasan yang bebas kejahatan. Para laskar penjaga di sana sangat patuh pada prinsip-prinsip keadilan dan kejujuran. Mereka tidak lagi tertarik dengan benda-benda keduniaan. Para hakim di pengadilan politik tidak terbiasa dilayani. Mereka hidup dengan keringat sendiri.

Orang-orang di Bundaran Jihad itu hanya takut kepada al-Khalik. Tidak takut kepada makhluk.

Berbeda dengan pengadilan MK. Di sini ‘kan manusia-manusianya masih berkadar manusiawi, bermental duniawi. Mereka masih perlu makan enak atau enak sekali. Dan makannya tak bisa sepiring-dua piring. Lauknya juga harus ikan emas (atau ikan mas, ya?).

Mata mereka juga lain. Warnanya hijau. Selalu hijau kalau melihat sesuatu yang menyenangkan. Hati mereka juga berbeda. Hati mereka tidak punya mata. Tidak punya mata-hati, maksudnya. Gara-gara mata mereka selalu hijau itu.

Sekarang, apa boleh buat. Kecurangan pilpres terlanjur dibawa ke MK. Pak Prabowo mungkin bermaksud baik. Cuma beliau lupa kalau semua lawan politiknya bermaksud jahat. Beliu tak ingat kalau lawan-lawannya adalah para bangsat dan khianat.[fb]

Baca juga :