Gubernur Gue Emang MANTUL! GAK PAKE BERISIK, Anies Baswedan Kembalikan Pengelolaan Air ke Tangan Pemprov DKI


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan segera mengambil alih pengelolaan air dari pihak swasta (PT Aetra Air Jakarta dan PT PALYJA) demi memperluas cakupan akses air. Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Senin, 11 Februari 2018. 

"Pemenuhan kebutuhan air minum dan air bersis sebagai hak dasar warga adalah prioritas Pemprov DKI Jakarta. Amanat konstitusi dikuasi oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ujarnya.

Anies menjelaskan tujuan pengambil alihan ini adalah memperluas cakupan akses air sekaligus mengoreksi kebijakan yang dibuat pada masa Orde Baru, tepatnya pada 1997. Selama ini, menurut dia, kinerja mitra swasta tidak mencapai target dalam melayani masyarakat.

"Tahun 1998 saat swastanisasi dimulai, cakupan awal 44,5%. Sudah 20 tahun berjalan dari 25 tahun yang ditargetkan hanya meningkat menjadi 59,4% di 2017. Jadi selama 20 tahun hanya meningkat 14,9%. Target akhir 2023 82%," kata Anies.



Dari mana air yang teman-teman pakai untuk mandi/ cuci sehari-hari?⁣ ⁣ Sejak tahun 1997 lalu layanan air bersih di DKI Jakarta dikelola oleh swasta. Namun setelah berjalan selama 20 tahun, pelayanan air bersih di Jakarta tidak berkembang sesuai harapan.⁣ ⁣ Dari kondisi awal pada 1998 hanya 44,5% warga yang terlayani pipa air bersih, pada tahun 2017 baru 59,4% warga yang terlayani. Masih jauh dari target 82% (2023) yang dijanjikan. Sementara tingkat kebocoran air mencapai 44.3%, menjadikan Jakarta salah satu kebocoran air tertinggi dari kota-kota metropolitan di dunia. Sementara pihak swasta diberikan jaminan keuntungan yang akan terus bertambah jumlahnya setiap tahun. Ketidakadilan perjanjian ini merupakan perhatian Tim Evaluasi Tata Kelola Air DKI.⁣ ⁣ Pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai hak dasar warga Jakarta adalah prioritas Pemprov DKI Jakarta. Oleh karena itu, sikap Pemprov DKI Jakarta sesuai rekomendasi Tim Tata Kelola Air yakni mengambil alih pengelolaan air di Jakarta. Ini juga sekaligus mendukung tercapainya percepatan target perluasan cakupan layanan air bersih.⁣ ⁣ Kami telah menginstruksikan kepada Dirut PAM JAYA dan Tim Evaluasi Tata Kelola Air untuk mempersiapkan langkah teknis pengambilalihan pengelolaan air di Jakarta. Sesuai dengan semangat keputusan MK tahun 2013 dan PP 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.⁣ ⁣ Mohon doa dan dukungan teman-teman untuk mengawal terus proses ini hingga tuntas karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on
Sumber: CNBC