TERCYDUK BOHONG, Timses Jokowi DIHAJAR Jubir Partai Demokrat


[PORTAL-ISLAM.ID]  Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menyebut, langkah Komisi Pemilihan Umum yang memberikan daftar pertanyaan kepada kandidat sepekan sebelum debat adalah permintaan dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut dia, permintaan itu disampaikan kubu Prabowo dalam rapat tertutup bersama Tim Jokowi dan juga KPU.

"Yang minta pertama kali kisi-kisi itu pihak mereka," kata Arya dalam jumpa pers di Rumah Cemara, Jakarta, Senin 7 Januari 2019 seperti dilansir dari Kompas.

Menanggapi hal ini, Jubir Prabowi-Sandi, Dahnil Anzar pun berkomentar.

"Visi misi saja kita mau capres dan cawapres langsung yang menyampaikan. Apalagi debat. Pak @prabowo dan Bang @sandiuno sangat siap berdebat. Jadi, bohong dan tdk ada rasionalisasi bila ada yg menuduh kita takut berdebat."
Tak hanya Dahnil, Jubir Partai Demokrat Cipta Panca Laksana juga berkomentar.

"Ini posisi kami di tim @prabowo
@sandiuno 1. Kita Tidak pernah keberatan atau menolak moderator siapapun, mereka menolak Rosy dan Karni

2. Kita tidak pernah keberatan atau menolak panelis siapapun, mereka menolak @sosmedbw dan mendrop sendiri Adnan Topan dari ICW

3. Kita menyambut baik sesi paparan visi misi, dan minta agar capres cawapres yang memaparkan; mereka mimta agar Tim Ses yang memaparkan.  KPU akhirnya membatalkan sesi ini dengan alasan yang aneh:  kedua paslon tidak sepakat mekanismenya.

.... Seharusnya KPU memaksa semua pasangan menghadirkan calonnya atau minimal memberi kebebasan apakah capres atau tim ses.  Tapi karena tim petahana hanya mau timses yang paparan, maka KPU membatalkan @sudirmansaid

4. Kita tidak pernah mempersoalkan mau dikasih soal atau tidak, KPU memutuskan untuk menyampaikan pertahyaan jauh jauh hari sebelumnya.

Jadi jelas, taktik busuk @AryaSinulingga memainkan media dengan memutar balikan fakta cc @sudirmansaid

Karena 4 kali rapat, mereka tetap ngotot tidak bersedia Paslon yang memaparkan Visi Misi Paslon. Sekarang publik bisa menilai, betapa busuk dan jahat taktik yang dijalankan oleh TKN Jokowi-Maaruf

Semua Rapat direkam dan di dokumentasikan oleh KPU.