Meneladani Bang Sandi


Meneladani Bang Sandi

Oleh: Eko Jun
(Warga Cilacap)

Diantara kebiasaan Takmir Masjid Asy Syifa' RSI Fatimah Cilacap adalah mempersilahkan tamu kehormatan untuk menjadi imam shalat berjama'ah. Bang Sandi menolak untuk menjadi imam dalam shalat maghrib kloter yang kedua. Dengan penuh takdzim, beliau mempersilahkan imam reguler untuk mengimaminya. Akhirnya, beliau shalat jama'ah diimami oleh Ustadz Ahfadz yang suaranya sangat merdu.

Juga diantara kebiasaan Takmir Masjid Asy Syifa' RSI Fatimah Cilacap adalah memberikan kesempatan bagi tamu kehormatan untuk memberikan wasiat, taushiah, mau'izhah hasanah, motivasi dll. Bang Sandi menolak karena banyak yang lebih ahli agama dan nanti bisa dipersepsikan sebagai kampanye. Akhirnya, beliau duduk manis mendengarkan ceramah dari Ustadz Ayub Sofyan yang bahasanya ringan dan renyah, namun sangat berisi.

Andaikan kita punya kedudukan tinggi dan kesuksesan besar sebagaimana Bang Sandi sekalipun, kita tetap harus menyadari bahwa dalam urusan agama, ada ahlinya masing-masing. Maka dalam hal ini, kami justru malah sangat mengapresiasi sikap Bang Sandi yang memilih untuk menjadi makmum ketimbang jadi imam dan memilih untuk menjadi pendengar ketimbang penceramah.

Fragmen kecil ini mungkin perlu kami hadirkan, ditengah sejumlah polemik yang membahas tentang calon pemimpin yang bertindak menjadi imam shalat. Semoga bermanfaat.

___
*Sumber: fb penulis

(NB: Cawapres Sandiaga Uno melakukan kunjungan ke Cilacap pada Kamis-Jumat 13-14 Desember 2018 pekan kemarin)