Prabowo-Sandi Akan Berikan Kepastian Hukum dan Hak Berserikat Ojek Online

(Prabowo Subianto menandatangani kontrak politik di hadapan ribuan buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5/2018). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

[PORTAL-ISLAM.ID] Prabowo dituduh menghina ojek online? Hehehe... ke laut aja bong.

Justru Prabowo akan memberikan Kepastian Hukum dan Hak Berserikat Ojek Online yang selama ini diabaikan.

Pada peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu, Prabowo sudah menyepakati dan menandatangani kontrak politik di hadapan ribuan buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Salah satu poin dari 10 poin kontrak politik itu ada yang terkait ojek online:

(8). Menyediakan transportasi publik murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu dan kepastian hukum untuk kendaraan roda dua sebagai transportasi umum. Dan menjamin hak berserikat bagi pengemudi ojek online yang menjadi mitranya serta hak atas perjanjian kerja bersama.

Link: https://nasional.kompas.com/read/2018/05/01/17250311/ini-isi-10-poin-kontrak-politik-yang-diteken-prabowo-dan-kspi

"Yang menggoreng isu ojol ke laut aja. Orang di visi Prabowo Sandi ada kok soal ojol ini. Memberi kepastian hukum kendaraan roda dua untuk transportasi umum dan memberi hak berserikat bagi pengemudi ojol serta hak atas perjanjian kerja bersama. Ini kan nga ada (di rezim Jokowi) sekarang," sebut politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana, di akun twitternya, Kamis (22/11/2018).

"Emang driver ojol bodoh mau digoreng-goreng orang kayak @GunRomli dkk. Mereka juga tahu itu kerjaan orang bodoh. Prabowo Sandi menjanjikan kepastian hukum. Driver ojol juga tahu itu. Sesuatu yang diabaikan oleh rezim skrg," lanjutnya.

Makanya, justru pengemudi ojek online merasa berterimakasih dengan Prabowo. Bahkan mereka mengusulkan Prabowo diangkat sebagai Bapak Ojek Online.

"Kami tidak tersinggung, justru kami sebagai ojek online terharu kenapa Pak Prabowo yang memperhatikan minimnya lapangan pekerjaan untuk anak-anak Indonesia. Harusnya pemerintah memikirkan kenapa lulusan SMA jadi tukang ojek. Justru kami ingin Pak Prabowo ini dijadikan sebagai Bapak Ojek Online," papar Untung dan Eko Prasetyo dari Persatuan Pengemudi Online Indonesia Raya (PPOIR), seperti dilansir merdeka.com.