Jakarta Zaman Ahok dan Anies, Pemimpin Menentukan Kondisi Warganya


[PORTAL-ISLAM.ID] Apa yang kita saksikan di Jakarta antara masa Ahok Berkuasa dengan masa Anies Berkuasa seharusnya menjadi suatu Perbandingan Nyata antara yang Haq dan yang Bathil.

Masa Ahok berkuasa, warga Jakarta sangat tertindas, penggusuran rakyat miskin terjadi dimana-mana. Pembubaran PKL terjadi dimana-mana dan jutaan air mata kesediahan dan ketakutan menyelimuti warga Jakarta.

Namun setelah Anies memimpin Jakarta, warga Jakarta dapat tertawa gembira dan bahagia warganya. Anies mampu memuliakan warganya, merangkul dan mengajak warga Jakarta bekerjasama membangun Jakarta menjadi lebih baik.

Demikian juga Negeri kita, antara SBY berkuasa dengan antara Jokowi berkuasa juga dapat kita jadikan Perbandingan Nyata antara Pemimpin yang sukses dengan Pemimpin yang Gagal.

Pada Zaman SBY, hidup terasa lebih baik, rakyat miskin dibantu oleh beras raskin, diberi BLT, tarif listrik masih murah, BBM terjangkau dan bensin tidak langka. ibu-ibu diberi tabung dan kompor gas gratis, serta harga gas murah dan tidak langka.

Namun setelah Jokowi berkuasa, semuanya berubah total, beras raskin tidak ada, paling kalo ada pembagian beras saat JKW mau pencitraan doang itupun untuk alat politik dengan bungkusan bertulis bantuan istana Negara. BLT sudah tidak ada, paling bagi-baginya saat jokowi lewat dan kadang  dilempar dari dalam mobil. Listrik naik lebih dari 3x lipat, BBM bolak balik naik secara diam-diam, dan Bensin langka sehingga dimana-mana rakyat menengah kebawah harus antri lama untuk sekedar bisa beli bensin. Tabung gas sudah tidak dijatah lagi, rakyat dipaksa beli gas tabung ungu dengan harga jauh lebih mahal.

Dan satu lagi, masa SBY rakyat tidak berbelah menjadi kelompok Kecebong dan Kampret, karena semua Pihak mengakui bahwa SBY adalah Presiden yang Kompeten.

28-11-2018

(Hadi Broto)

Apa yang kita saksikan di Jakarta antara masa Ahok Berkuasa dengan masa Anies Berkuasa seharusnya menjadi suatu...
Dikirim oleh Hadi Broto pada Rabu, 28 November 2018

Sumber: fb penulis