Tokoh GNPF: Seharusnya pemerintah belajar dari kasus Ahok, Aksi Bela Tauhid akan lebih besar


[PORTAL-ISLAM.ID] Umat Islam dari berbagai penjuru Tanah Air serentak melakukan demo turun ke jalan dalam Aksi Bela Tauhid. Dari Serambi Mekkah Aceh hingga Nusa Tenggara Barat.

Satu bendera Tauhid dibakar, berjuta bendera Tauhid serentak berkibar.

Aksi ini dipicu oleh pembakaran bendera Tauhid saat peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober lalu di Garut.

Tokoh GNPF-Ulama, Ustadz Haikal Hassan Baras mengingatkan pemerintah untuk menegakkan hukum dengan adil dalam kasus pembakaran bendera Tauhid. Ketidakadilan hanya akan semakin membesarkan Aksi Bela Tauhid.

"Seharusnya pemerintah belajar dari kasus ahok.
Bukan sibuk kesana kesini meredam amarah umat.
Segera tuntut minta maaf dan pelaku yg 12 orang divonis. Jangan berlarut2.
Kalau lambat, aksi kembali digelar dan percayalah.
Kali ini LEBIH besar dari yg lalu," kata Ustadz Haikal Hassan di akun twitternya.

Dari berita yang beredar di media, pihak polisi malah akan menjerat pembawa bendera. Polisi juga bersikukuh bendera yang dibakar adalah bendera HTI.

Ustadz Haikal yang sudah menemui langsung pelaku pembakar bendera Tauhid menemukan FAKTA yang sebenarnya (simak video di bawah).
Baca juga :