NTB dan Sulawesi Tengah Berduka, Jubir Prabowo-Sandi Usul Pertemuan IMF-WB 2018 di Bali Dibatalkan


[PORTAL-ISLAM.ID]  Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutak mengungkapkan dirinya menyarankan kegiatan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 di Bali, yang rencananya akan digelar pada Senin (8/9/2018) hingga Minggu (14/9/2018), untuk dibatalkan saja.

Dahnil mengungkapkan bersepakat dengan statement Presiden Indonesia ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penanganan bencana.

SBY mengatakan bahwasanya pemerintah perlu bergotong royong untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan wilayah lainnya di Sulawesi Tengah.

"Saya bersepakat dengan ajakan Pak @SBYudhoyono untuk bergotongroyong, relawan dan pemerintah membantu saudara2 kita di Palu, Donggala dan Lombok, dibawah kepemimpinan Pak @jokowi dan saran sy perlu, sbg bentuk keprihatinan dan prioritas, annual meeting IMF-WB di Bali dibatalkan," kata Dahnil yang disampaikan di akun twitternya, Ahad (30/9/2018).

Dahnil juga mengatakan alokasi dana sebesar Rp 855 miliar untuk kegiatan IMF-WB lebih baik dialihkan untuk membantu korban bencana di Sulawesi Tengah.

Ia menilai pasti pihak IMF-WB sangat memahami kondisi Indonesia saat ini.

"855 Milyar dana pertemuan tahunan IMF-WB yg dialokasikan pemerintah ada baiknya dialokasikan untuk bergotongroyong membantu saudara2 kita di Palu, Donggala dan Lombok.

Dan, saya yakin IMF-WB sangat memahami kondisi kemanusiaan yg dialami Indonesia saat ini," tulis akun @DahnilAnzar.

Seruan jubir Prabowo-Sandi ini juga mendapat dukungan luas dari warganet.

"klo kondisi darurat, keselamatan rakyat lah yang diutamakan, bukan menjamu lintah darat IMF, apa karena hobi NGUTANG, terus jiwa rakyat diabaikan??? mikir pake hati dan otak, jangan pake dengkul," komen @malik8752.

Pertemuan IMF-World Bank

Dikutip laman resmi Bank Indonesia (BI), International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meetings (AM 2018) akan digelar di Bali pada 8-14 Oktober 2018.

Pertemuan ini merupakan pertemuan terbesar dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan, yang menghadirkan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota.

Untuk menggelar acara 7 hari ini Pemerintah merogoh kocek Rp 855 Miliar dari APBN.

Apa tidak sebaiknya dipakai untuk rakyat yang tengah menderita?