Sering Tolak Ceramah Ustadz Somad, Alasan Warga Riau Tolak Kehadiran Ketua GP Ansor Yaqut


[PORTAL-ISLAM.ID] Rencana Gerakan Pemuda Ansor menggelar acara yang diberi tema “Kirab satu Negeri, Zikir Kebangsaan” dengan sub tema, “Munajat Untuk Kedamaian Indonesia” mendapat penolakan dari warga Riau.

Selain sikap resmi yang sudah disampaikan masyarakat Riau (Baca: TEGAS! Pernyataan Sikap Masyarakat Riau TOLAK Kegiatan GP Ansor dan Banser di Bumi Melayu Riau), Penolakan juga marak di media sosial Facebook.

Dari pantauan di media sosial, terlihat sejumlah netizen menampilkan poster acara yang akan menghadirkan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Rencana kehadiran Yaqut menjadi salah satu poin yang membuat warganet di Riau menolak diselenggarakannya acara ini. Hal ini karena selama ini Yaqut disebut merupakan tokoh yang kerap menolak ceramah ustadz Abdul Somad di Pulau Jawa.

"Ulama kita Ustad Abdul Somad di tolak oleh mereka masak kito terimo...," ujar warganet Riau Muhammad Romi.

"Itu Ormas yg mmpersekusi UAS kmren yak? Suruh mereka minta MAAF dulu sama UAS secara terbuka..," timpal Syadra Hera.

"Karena ulama kami kalian Persekusi..
Kamipun menolak kehadiran anda dengan cara kami...
Demi Marwah Melayu Negeri...
Dan NKRI menjadi Harga Mati...," ungkap Fhadli Effendi.

Salah seorang warganet bernama Wan Hamzah mengaku tidak mengerti dengan tujuan digelarnya acara ini.

"Gagal faham dengan maksud dan tujuannya..
Dzikir kebangsaan, Pawai merah putih,
Apel kesetiaan NKRI.

Kurang setia apa lagi Raja Siak dan Masyarakat Siak Riau khusus nya 14juta Golden disumbangkan untuk kemerdekaan RI yang sampai hari ini kita pun macam di anak tirikan dengan dana bagi hasil yg tak seberapa dan sering macet pelaksanaan pembayaran nya," tulis Wan Hamzah di akun Facebooknya.

Penolakan juga sudah disampaikan keluarga besar kerabat Kesultanan Siak yang diwakili oleh Tengku Habibie, Tengku Wira Shahab, Tengku Said Eka Nusirhan, dan Tengku Ikhwan Shahab,  Minggu, 16/09/2018. Penolakan dipicu karena dalam poster acara terpampang foto Istana Siak.

"Kami kerabat Kesultanan Siak adalah keturunan Habib, penjaga Habaib dan ulama, penganut Islam Ahlussunnah waljamaah yang taat, menolak Siak dikaitkan dengan kegiatan zikir yg tidak diajarkan dalam Islam, sebab kami hanya mengenal zikir kepada Allah, bukan zikir kebangsaan dengan label nusantara," ujar Habibie, seperti dilansir Riau24.com.