Kick Balik TELAK Gus Sholah Untuk Said Aqil yang Tuding Masjid Salman ITB Jadi Sebaran Islam Radikal


[PORTAL-ISLAM]  Pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj bahwa nilai-nilai radikal sudah menyebar ke sejumlah lembaga pendidikan tinggi di Tanah Air, seperti di IPB, ITS dan secara spesifik di Masjid Salman ITB, dibantah keras oleh Salahuddin Wahid.

Gus Solah, sebutan akrab KH Salahuddin Wahid ini membantah tudingan bahwa Masjid Salman menjadi lokasi sebaran radikalisme Islam.

“Setahu saya sih di Salman enggak radikal tuh,” ujar Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang ini dikutip dari  hidayatullah.com di Jakarta, Kamis 25 Mei 2017.

“Bahwa mungkin ada satu dua sih mungkin saja,” tambahnya.

Alumni ITB yang dulu aktif di Masjid Salman tahun 60-an ini bercerita, saat beberapa kali ia diundang ke sana, ia melihat tidak ada yang radikal di sana.

Kata Gus Solah, kawan-kawan di Masjid Salman yang dikenalnya baik-baik.

“Ndak ada yang kemudian bicara dengan bahasa yang kasar,” tuturnya.

Secara berkelakar, Said Aqil yang berusaha membandingkan bahaya pornografi dan radikalisme mengungkap bahwa radikalisme lebih berbahaya daripada ponografi.

“Melihat film porno lebih baik daripada menonton ceramah provokatif dari teroris," ucap Said Aqil.

Menurut Gus Solah, hal tersebut tidak tepat.

“Kalau saya tidak akan melakukan itu. Bercanda yang tidak pada tempatnya. Ayat al-Qur’an, kan, tidak bisa pakai bercanda,” urainya.