Banten Dihebohkan Pamflet Beer Party Bersponsor Tulisan "ALLAH SWT", Beruntung FPI Sigap Bergerak


[PORTAL-ISLAM] Warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten dihebohkan dengan adanya pamflet Beer Party yang bersponsor tulisan "Allah SWT" tersebar. Sontak, keberadaan pamflet tersebut meresahkan warga.

Pantauan di lokasi, baik warga dan Front Pembela Islam (FPI) yang mendengar informasi tersebut langsung menggerebek lokasi terpasangnya pamflet tepatnya di Sop Duren Indah dan Studio Musik di Jalan Otonom Cikande-Bandung KM 1 Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande pada Jum’at, 30 Maret 2017 malam.

Beruntung, petugas keamanan dari Mapolsek Cikande sigap mendengar informasi tersebut dan langsung kelokasi dan mengamankan pamflet tersebut.

“Kita dapat informasi dari warga dan benar ada pamflet Beer Party yang disponsori tulisan Allah SWT,” kata Kanit Reskrim Polsek Cikande, Ipda Pitara dilokasi.

“Sementara ini kami amankan, dan kita mau konfirmasi kepada ketua panitia acara ini. Besok kita panggil ke Polsek apa motifnya,” pungkas Ipda Pita.

Sementara itu Wakil Ketua FPI, Wahyu mengaku atas nama muslim merasa tersakiti dengan tulisan nama Allah SWT dijadikan sponsor. “Ini mesti di sikapi serius agar tidak melebar lebih luas,” ujarnya.

Senada dikatakan Ketua Forum Kewaspadaan Masyarakat Dini (FKDM) Kabupaten Serang, Abidin Nasyar. Kata dia, untuk menyikapi hal ini agar masyarakat lebih waspada yang dikhawatirkan ini ada oknum yang sengaja memecah belah warga.

“Kita khususnya umumnya umat muslim agar waspada demi menjaga keamanan dan ketertiban NKRI,” ucap Abidin yang juga Tokoh Masyarakat Cikande ini.

Sumber: fesbukbantennews.com

***

Sekali lagi ini MEMBUKTIKAN penistaan agama yang tidak dipenjara dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama menjadikan semakin banyak terjadi penistaan-penistaan.

Ketika hukum tumpul dan tebang pilih, maka hal ini akan terus terjadi.

Beruntung masih ada FPI yang sigap menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar yang bergerak cepat saat ada penistaan terhadap agama Islam.

Walau masih ada komponen Umat Islam yang terbalik, sigap terhadap saudara semuslim dengan pembubaran dan larangan. Namun kurang sigap dan hampir tak ada sikap saat agama Islam dinista berkali-kali.