Ratusan mahasiswa Harvard walk out dari upacara wisuda, solidaritas atas 13 mahasiswa yang lulusannya ditahan karena ikut aksi bela Palestina

[PORTAL-ISLAM.ID] Ratusan mahasiswa Universitas Harvard AS keluar dari upacara wisuda (Kamis, 23/5/2024) sambil meneriakkan, "Bebaskan Palestina," setelah sehari sebelumnya pihak universitas mengumumkan bahwa 13 mahasiswa mereka tidak akan menerima gelar sarjana karena terlibat dalam unjuk rasa pro-Palestina.

Mengenakan keffiyeh, simbol perjuangan Palestina, dan mengibarkan bendera Palestina, mahasiswa tersebut berteriak, "Bebaskan mereka," serta pesan-pesan lainnya.

Beberapa dari mereka membawa poster bertuliskan "untuk para martir" dan "untuk Gaza", demikian dilaporkan oleh Boston Globe.

Pada hari Rabu 22 Mei 2024, Universitas Harvard mengumumkan bahwa 13 mahasiswa tidak akan diberikan gelar karena keterlibatan mereka dalam kelompok pro-Palestina yang memprotes serangan genosida Israel di Jalur Gaza.

Universitas tidak menyebutkan siapa saja 13 mahasiswa tersebut, tetapi menuduh mereka melanggar kebijakan universitas dengan berkemah di Harvard's Yard, bagian tertua dari kampus prestisius tersebut.

"Kami akan mempertimbangkan kembali penganugerahan gelar jika, setelah semua proses FAS selesai, dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima gelar," demikian pernyataan universitas itu. 

Asmer Safi, salah satu dari 13 mahasiswa pengunjuk rasa pro-Palestina yang dilarang lulus, mengatakan bahwa meskipun masa depannya berada dalam ketidakpastian saat dia dalam masa percobaan, dia tidak menyesal membela hak-hak Palestina. 

“Ini adalah sikap etis yang kami ambil,” kata Safi. 

Universitas Harvard adalah universitas swasta di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat dan anggota Ivy League. Universitas ini merupakan salah satu universitas terbaik dunia.

[VIDEO]
Baca juga :