PERTARUNGAN BELUM SELESAI JOKOWI VS MEGAWATI

Megawati Ingin Main Sampai ke Ujung

Oleh: Erizal (Analis Politik)

Seperti Jokowi, agaknya Megawati juga ingin main sampai selesai, sampai ke ujung. "Ojo kesusu" kata Jokowi saat pencapresan lalu, kini dipakai Megawati justru di saat Pilpres sudah selesai, KPU sudah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Bahkan, Megawati masih memasukkan gugatan ke PTUN lewat tangan-tangannya di bawah, perihal Pilpres ini. PDIP sempat pula meminta KPU untuk menunda penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, tapi tak dihiraukan KPU. KPU jalan terus. PTUN tak termasuk ke dalam rezim kepemiluan kita.

Jokowi mungkin juga tak menduga, kalau Megawati akhirnya juga main sampai selesai, sampai ke ujung. Jokowi dibikin repot juga. Gempuran lewat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto seperti tak putus-putus. Jokowi sampai mengatakan JANGAN SEPERTI ITU. Tapi seperti tak dihiraukan Hasto. Ia terus saja menyerang.

Bahkan, Gibran yang biasanya hemat bicara, hemat dalam diksi-diksi, akhirnya mengeluarkan isi hatinya dengan mengatakan Mas Hasto itu meresahkan. Ini bisa juga diartikan Gibran juga sudah tidak tahan dengan permainan PDIP sampai selesai, sampai ke ujung ini.

Pertemuan antara Megawati dan Prabowo tak kunjung terwujud, apalagi pertemuan antara Megawati dan Jokowi. Prabowo yang dianggap tak ada masalah dengan Megawati, ternyata sampai sekarang, sudah hampir habis pula bulan Syawal, tak kunjung bertemu. Terakhir, lewat Ahmad Basarah, politisi senior PDIP, mengatakan pertemuan antara Megawati dan Prabowo akan terwujud kalau ada proposal yang jelas dari Prabowo terhadap pertemuan itu. Kalau tidak, pertemuan itu belum akan terwujud dalam waktu dekat ini.

Istilah proposal pertemuan ini juga baru seperti halnya istilah Amicus Curiae, Sahabat Pengadilan yang dilekatkan kepada Megawati saat hakim MK hendak memutus perkara gugatan Pilpres lalu. Ini jelas bahwa Megawati memang ingin main sampai selesai, sampai ke ujung.

Kalau dulu Jokowi main sampai detik-detik akhir pendaftaran Capres, baru memberi sinyal bahwa Gibran dipersilakan maju mendampingi Prabowo, kini Megawati pun main sampai Prabowo benar-benar dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia. Kalau belum, lupakan pertemuan yang dianggap sebagai basa-basi politik belaka. 

Megawati tak menganggap putusan MK, bahkan penetapan KPU, bahwa Pilpres sudah selesai. Semua baru dianggap sudah selesai kalau benar-benar sudah ada pelantikan. Bahkan, itupun bisa saja dianggap belum selesai. SBY pasti tahu, kalau sudah berurusan dengan Megawati. Dalam hal ini, Jokowi dan termasuk Prabowo, harus belajar pula dari SBY. Begitulah.(*)

Baca juga :