MERINDING... SAKIT HATI UTANG DIBAWA SAMPAI MATI

Tadi saya tlp temen. Ngasih tau kalau saya mudik. Lalu saya tanya, "Mudik kapan?"

Dia jawab, "Ga mudik, kan bapak udah ga ada, ibu juga beberapa bulan lalu nyusul bapak kan,"

Saya diam, menghela nafas sebentar. "Kan bisa ke makamnya,"

"Ongkosnya besar. Buat persiapan kakak masuk SMA tahun ini kan. Lagipula kalau pulang malah bikin tambah sedih,"

Lalu sy inget curhatannya dulu ttg salah satu temannya yg berhutang ke dia. "Eh si ER udah bayar?"

"Belum, nomornya saya blokir,"

"Loh kenapa? Biasanya yg ngblokir yg utang."

Kemudian dia cerita. Si ER 3 tahun lalu pinjem uang 16jt untuk biaya suaminya yg tabrakan, biaya pengobatan, ganti kerugian korban dan service mobil. Karena kasian, jadi ia bantu. Padahal Sejatinya uang itu juga untuk jaga2 biaya ibunya yg saat itu sakit2an. Ia sudah bilang ke si ER kalau itu uang persiapan ibunya berobat. Si ER janji mobilnya akan dijual dan akan bayar kalau udah laku.

Bulan berlalu. Mobilnya sudah laku. Tapi tak kunjung bayar. Setahun kemudian sudah punya mobil baru, ditagih cuma diberi janji2. Sampai akhirnya si ibu masuk RS diagnosa Cancer dan komplikasi. Si ibu butuh biaya, karena desakan biaya, teman saya nagih hampir setiap hari. Udah mohon2. Dari WA, tlp, didatengin udah kayak pengemis. Sampai si ibu akhirnya meninggal tak tertolong.

"Terserah dia mau bayar atau tidak. Sy tidak peduli. Sekalipun ia bayar 10x lipat, utangnya lunas pun, seumur hidup sy tak akan memaafkannya. Utangnya mungkin lunas. Tapi urusannya dengan saya belum selesai sampai di akhirat nanti."

Saya dengernya merinding sendiri. Ceritanya terdengar bergetar. Sesakit itu hatinya.

"Dulu, atas nama teman, saya nolong dia dengan mengabaikan ibu, karena waktu itu ibu memang belum perlu. Tapi disaat ibu saya butuh uang itu, dia tak peduli, saya benar2 sakit hati."

Pernah suatu saat dia nagih karena ada obat mahal yg harus ditebus. Karena penyakit ibunya ga main2. Si ER malah jawab, "Kan bisa pake BPJS,"

"Lebih baik saya blokir. Agar sy tak perlu melihat storynya. Saya tidak dendam, tapi demi Allah saya saya sakit hati dan ga akan pernah bisa saya lupakan,"

Ini bukan lagi soal utang biasa. Bukan lagi soal ga bayar utang. Tapi benar2 dzolim. Bahkan saat si ER ini tidak mampu bayar pun, ia sudah bersalah.

"Demi Allah sy ga akan ridho dengan apa yg ia lakukan. Sekalipun ia sujud2 di hadapan saya. DEMI ALLAH. sy tak akan memaafkannya," suaranya gemetar. Lalu diam beberapa saat seperti menahan sedih yang sangat.

Giliran saya yg gemetar. Merinding.
Ga kebayang. Gimana di ER ini nanti urusannya itu di akhirat. Hanya karena perkara uang 16jt. Bisa jadi penutup jalan ke syurga.

Ini kejadian nyata. Semoga bisa diambil ibrohnya. Kalau sudah sampai sakit hati. Urusan utang tak lagi selesai hanya dengan lunas..

Na'udzubillah...

*dari fb Dinii Fitriyah

Baca juga :