Kenangan... Menunggu Sang Jenderal Timbul Tenggelam

Kenangan...

Kemarin lewat depan KPU di Imam Bonjol. Teringat 22 Mei 2019, bersama ribuan pendukung Prabowo, saya duduk di trotoar menunggu kedatangan sang jendral yang katanya mau datang. Sehari sebelumnya, sang jendral menolak seluruh hasil perhitungan pilpres dari KPU. "Akan timbul tenggelam bersama rakyat", katanya.

Waktu itu bulan puasa. Massa berbuka puasa dari makanan yang dibagi emak-emak, ada juga yang ke mesjid. Semua menunggu sang jendral untuk sekedar menampakkan batang hidung dan menyuruh semua pulang dengan tenang. Jam 8 malam saya pulang ke hotel.

Di hotel, saya menonton berita. Jam 10 malam aparat menyuruh massa untuk membubarkan diri. Suasana kacau. Jatuh korban luka bahkan meninggal. Sang jendral membisu di rumahnya, menimbang masa depannya.

5 tahun berlalu, sang jendral tetap tak bersuara, mengapa dia tak datang membubarkan pendukungnya. Yang jelas, dia kemudian bergabung dengan Jokowi, yang dalam kampanye disebutnya sebagai antek asing.

(Ibnu Rajab)

Baca juga :