"NETRAL"

"NETRAL"

Oleh: Najih Ibn Abdil Hameed 

Jika dunia Anda didominasi hal-hal negatif, maksiyat, keburukan, maka hal-hal yang bersifat "netral" (bisa baik, bisa buruk) dan bahkan hal "baik" sekalipun, akan terkesan "negatif" di pikiran Anda.

1. Tiktok, adalah medsos kumpulan orang-orang gila pengumbar syahwat, karena Anda setiap mengaksesnya menemukan emak emak pamer bokong. Seandainya sejak pertama kali instal, Anda memilih hanya mengakses konten edukasi, keterampilan, dan hobi lainnya maka Anda akan berpikir positif setiap mendengar istilah tiktokers.

2. Sek*, j*mak, syahw*t, selangk**gan, dan kata kata yang Anda anggap jorok akan berkonotasi negatif, karena dalam mindset Anda terdeteksi sebagai ragam dari zina, pacaran, dan maksiyat serupa. Seandainya dalam dunia Anda hanya ada hubungan sah pernikahan, tidak ada zina dan kenakalan seksual, tentu mendengar kata jimak dan syahwat Anda akan berfikir tentang ibadah melanjutkan keturunan.

3. Harta, kekayaan, dan uang Anda anggap sebagai urusan duniawi yang bertolak belakang dengan akhirat dan kesalehan. Melihat ulama bergelimang harta pikiran anda cenderung hasud dan benci, karena dalam pikiran Anda, seandainya Anda memiliki uang banyak akan Anda gunakan untuk bermewah mewah dalam kesombongan, dan membeli segala pernik yang tidak ada gunanya. 

Kalau saja Anda memiliki hobi ibadah, maka mendengar harta Anda akan berpikir tentang zakat, sedekah, haji, nafkah, dan mendanai tempat pendidikan. Uang dan kekayaan adalah tiket surga.

4. Jabatan, politik, dan kekuasaan Anda anggap sebagai urusan duniawi yang najis. Para ulama yang terlibat dalam politik Anda anggap sebagai ulama suu', karena dalam benak Anda seandainya Anda menduduki posisi jabatan tinggi akan menggunakan kekuasaan Anda untuk korupsi dan berbuat semena-mena, atau para pejabat disekeliling Anda sudah melakukan itu.

Seandainya cita-cita Anda adalah tegaknya agama, dan agama hanya bisa tegak dengan kekuasaan, maka Anda akan berupaya mengangkat orang orang alim nan shalih untuk berpolitik dan memimpin negeri sebagaimana Abu Bakar, Umar bin Khatab, Umar bin Abd Aziz, dan orang orang mulia yang menjadi raja.

5. Poligami, mengoleksi banyak istri cantik, Anda anggap sebagai perbuatan tercela sebab Anda dikelilingi orang orang yang suka selingkuh, pelakor, jajan malam, pelac*ran, dan menelantarkan istri pertama. Poligami Anda konotasikan dengan selingkuh. Seandainya penyimpangan penyimpangan hubungan seksual itu tidak ada, dan Anda tahu cara melampiaskan nafsu syahwat yang diperintahkan Allah adalah dengan menikah, maka Anda akan menganggap baik baik saja kelakuan lelaki penghuni surga yang beristri banyak bidadari.

6. Main gadget

7. Dst

اذا ساء فعل المرء ساء ظنونه

(Jika perbuatan seseorang buruk, maka buruk pula pula pikirannya)

Bojonegoro, 29 Desember 2023

Najih A Hameed


Baca juga :