Nasib Tragis Sandi-Erick

Oleh: Erizal

Yang tercecer dari pendaftaran Pilpres kali ini di antaranya Sandiaga Uno. Mungkin juga Erick Thohir. Ternyata, popularitas dan elektabilitas, termasuk isi tas, tak terlalu dilihat, dibutuhkan, saat penentuan kandidat, terutama Cawapres.

Sandi malah sudah pindah partai, dari Gerindra ke PPP untuk mendapat tiket PPP berpasangan dengan Ganjar. Koalisi PDIP dan PPP, ditambah isi tas Sandi yang semua telah paham, ternyata tak juga memuluskan jalan Sandi. Betul-betul nasib.

Erick Thohir juga begitu. Jadi anggota Banser, merapat dan betul-betul dicalonkan oleh PAN, tidak juga mengantarkan dirinya sebagai Cawapres Prabowo. Elektabilitas, jangan ditanya. Nomor satu selalu. Isi tas beda-beda tipislah dengan Sandi.

Cak Imin karena ia memegang tiket sendiri dan berasal dari Jawa Timur. Jawa Timur diprediksi adalah daerah yang paling sulit untuk ditembus Anies. Mahfud malah tak pegang apa pun. Dulu tak jadi, kini jadi tanpa kasak-kusuk. Kebalikan dari Sandi. Kasak-kusuk malah gagal. 

Gibran diuntungkan sebagai simbol. Simbol keberlanjutan rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi. Sekaligus simbol koalisi Prabowo itu sendiri agar tak bubar. Terakhir, simbol anak muda.

(*)
Baca juga :