Menangkan Anies, Para Kiai Jawa Timur Bentuk Posko ASWAJA di 36 Kabupaten dan Kota di Jatim

[PORTAL-ISLAM.ID]  SURABAYA - Guna mendukung dan memenangkan bakal calon presiden Anies Rasyid Baswedan di Pilpres 2024, para kiai membentuk Posko ASWAJA di Sidoresmo, Surabaya, Jawa Timur.

Untuk diketahui, Sidosermo adalah pusat pendidikan pusat pendidikan tradisional atau ponpes lama di Kota Surabaya selain Kampung Ampel dan Peneleh.  

“Awal mulanya ASWAJA itu dikarenakan beberapa kiai bertemu dan menimbang, melihat, memikirkan calon presiden yang pantas didukung para ulama yaitu Anies Rasyid Baswedan,” ujar KH Mas Faqihuddin Muhajir Basyaiban di sela acara peresmian Posko ASWAJA Jawa Timur, di Jalan Sidosermo IV, Wonocolo, Surabaya, Ahad (1/10/2023) malam.

Peluncuran posko ini dihadiri puluhan kiai dari Nahdhatul Ulama (NU), di antaranya; KH Mas Abdullah, KH Mas Habib Maskur, KH Mas Hasin, KH Mas Zen, KH Mas Said, KH Mas Muassa, KH Mas Umar, KH Mas Achmad, KH Mas Rofi’i, KH Mas Bagus, KH Mas Ahmad M, KH Mas Imron, KH Mas Qodir, KH Mas Hasim, KH Mas Chaidar.

Posko ASWAJA telah terbentuk di 36 kabupaten dan kota di Jatim, dengan jumlah kiai sebanyak 532 orang yang siap mendukung pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia tahun 2024-2029, Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

Sementara itu, Anies Baswedan mengucapkan terima kasih bisa menghadiri peresmian Posko ASWAJA Jawa Timur di Nderesmo, Surabaya.  

“Saya merasa bersyukur dan tadi ada peresmian posko ASWAJA, saya pikir ASWAJA itu Ahlussnah Waljamaah. Ternyata poskonya ada kepajangannya satu lagi, nanti pak Kiai Faqihuddin yang menjelaskan,” tutur Anies.

Sedangkan KH Mas Faqihuddin menjawab kepanjangan ASWAJA adalah Anies Wajib Jadi (Presiden RI 2024-2029).

Anies berharap, jalan menuju Presiden RI di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 berjalan sesuai ridho-Nya. 

“Saya dan Gus Muhaimin mendapatkan amanah yang besar, tapi Insya Allah bukan amat berat. Besar kecil ada ukurannya. Berat ringan soal ridho Allah. Bila ada ridho-Nya, yang besar pun terasa ringan. Tidak ada ridho-Nya, yang kecil pun terasa berat,” tutur Anies.

(*)
Baca juga :