Ustad Das'ad & Skill Setan

Oleh: Arizal Rasyid

Di Makassar saya pernah menghadiri takziah, dimana yang ceramah adalah ustad Das'ad latief. satu yang nempel di kepala saya adalah waktu beliau mengatakan bahwa setan itu punya skill bisa berubah jadi apapun demi untuk menyesatkan manusia sampai kiamat, termasuk bisa berubah jadi hape.

"Makanya kalau ustad lagi ceramah terus ada yang sibuk main hape, ya saya ngga heran," katanya. Hadirin ngakak semua dan spontan pada berhenti main hape 😃

Saya kembali teringat beliau karena potongan diskusinya dengan seorang budayawan kemaren muncul ramai di beranda. Di mana beliau "ditantang" untuk membuat sang budayawan sholat.

Sebelumnya, duluu banget, saya pernah nonton si budayawan yang cerdas ini juga pernah mengungkapkan hal yang sama kepada sesama budayawan, "aku kok durung sholat yo cak".
Walhasil beliau malah dipuji, "bagus nih. dia jujur ngga sholat. biasanya yang kayak gini kalau NANTI sholat, malah lebih bagus sholatnya daripada kita2".

Bertahun-tahun kemudian, saat bertemu ustad Das'ad, dia mengungkapkan hal yang sama. Artinya dia belum sholat juga.

-------

Saya punya sanak famili jauh di kampung nyokap, yang modelnya kayak budayawan kemaren itu. mau sholat kudu ditantangin dulu. kudu dapet "motivasi yang pas".

Paman jauh saya itu, beliau percaya surga-neraka. beliau tau beratnya ancaman bagi orang yang ngga sholat. cuma beliau emang belum mau aja. ada semacam ego ngga sudi disuruh-suruh. ngga mau diceramahin. mau "berubah karena kesadaran sendiri". atau kalaupun mau diceramahin, harusnya diceramahin orang yang tepat.

Paman jauh saya itu meninggal sebelum ada yang berhasil membuatnya sholat. padahal beliau meninggal di usia 70 an. lama banget dikasih kesempatan ama Allah.

Gaes, kalau ada teman atau sodara yang punya prinsip kayak di atas, bagusnya ya didoakan orangnya. jangan dipuji prinsipnya.
kalau dipuji ntar dia makin santai,
padahal kain kafannya sedang ditenun.

Kalau kata ustad das'ad. setan punya skill merubah diri jadi apapun.

Kalau yang saya yakini, setan punya skill yang namanya talbis iblis. dia bisa masuk ke celah pemikiran sebaik apapun.
termasuk di antaranya masuk ke quote2 atau filosofi yang seolah-olah bijak, tapi mengaburkan esensi syariat. yang akhirnya bisa membuat banyak orang MENUNDA memperbaiki diri, atau membuat orang tetap larut dalam kemaksiatan.

"Biarin dia masih dalam proses pencarian. bisa jadi dia malah lebih mulia di sisi Allah daripada kita2 yang sholatnya 5 waktu ini"

"Biarin dia nggak berhijab. yang penting hatinya berhijab. daripada itu akhwat2 yang jilbabnya lebar tapi bla bla bla"

biarin. daripada.
biarin. daripada.
dst. dst.

quote2 berisi perbandingan apple to jengkol, yang membuat mereka merasa nyaman dan tenang berada di zona "proses pencarian" padahal sejatinya ini cuma upaya iblis memperlambat taubat sambil membiarkan umur terus berjalan.

sampai akhirnya, teman dan saudara kita itu,
nafasnya tau2 di ujung tenggorokan, padahal tabung oksigen lagi langka-langka nya.

-lagi motoran di tanjakan, tau-tau dari atas ada truk rem nya blong.

-lagi traveling, tau2 kok ini pesawatnya turun deras tidak terkendali.

-lagi nyeruput kopi, tau2 kok dada nyeri. kok nafas berat.

-lagi jogging, tau-tau kok pandangan gelap.

-tau-tau kok ada suara:

"...Man Rabbuka..."

Baca juga :