Engkoh: "Sejak masuk Islam, usaha saya semakin lancar dan maju. Mungkin ini yang namanya berkah. Saya sudah umroh 3 kali"

"Sejak masuk Islam, usaha saya semakin lancar dan maju. Mungkin ini yang namanya berkah. Saya sudah umroh 3 kali." Ucap Engkoh itu dengan suara pelan penuh penghayatan.

Kami mendengarkan cerita pemilik toko alat tulis itu dengan perhatian. Mendengarkan kisahnya tentang usahanya yang pernah jatuh drastis di saat masih non muslim. Dan kini usahanya semakin maju setelah memutuskan bersyahadat. Tokonya menjadi toko grosir alat tulis yang terkenal murah di area Semarang.

Tadi pagi, kami belanja alat tulis lumayan banyak. Kami belanja hingga 12 jutaan. Membeli buku tulis, pulpen, pensil, tempat pensil, dan rautan. Di sela-sela belanja, kami mengobrol dengan Engkoh pemiliknya. Mengobrol tentang kisah hidupnya yang unik.

Biasanya kalau kita memasuki toko milik China, yang terlihat adalah simbol-simbol agama non muslim. Tapi di toko "Mangga Mas" tidak demikian. Awalnya kami juga tanda tanya melihat foto Masjidil Haram terpampang di tembok. Awalnya kami mengira itu hanyalah hiasan dinding yang mungkin menambah seni estetika saja.

Dugaan kami salah, ternyata foto tersebut adalah kenangan Si Engkoh ketika umroh. Dan dipajang ssbagai pengingat akan kenangan manis mengunjungi tanah suci.

Saya penasaran dengan keluarganya lebih lanjut. Dan menanyakan apakah sekeluarga sudah berangkat umroh. Jawabannya di luar dugaan kami.

Si Engkoh bercerita bahwa dalam keluarganya baru dirinya seorang yang bersyahadat untuk memeluk Islam. Sedangkan istri dan anaknya belum. Istrinya memeluk Budha. Anak-anaknya memeluk Kristen. Sebuah potret keluarga campuran. Dalam satu keluarga memeluk agama yang berbeda. Dalam satu keluarga merayakan aneka jenis hari raya.

Jadi ketika Si Engkoh umroh, istri dan anaknya pergi mengunjungi Jerussalem. Mereka piknik bersama tapi tujuannya berbeda.

Kami tersenyum mendengarkan ceritanya. Hanya bisa mendoakan agar anak dan istrinya bisa mendapat hidayah. Dan semoga bisa memiliki satu keyakinan.

Toko Mangga Mas ini terletak di dekat kota lama Semarang. Harganya sangat miring. Cocok menjadi tujuan kami yang belanja alat tulis untuk kegiatan sosial.

Insya Allah sebentar lagi Mualaf Center Kab Semarang akan berkeliling dari satu desa ke desa yang lain. Dari satu masjid ke masjid yang lain. Demi bisa menyapa para santri TPQ dengan seulas senyum. Dan demi bisa membagikan alat tulis dan snack. Agar para santri mungil itu bisa tertawa riang.

14/06/2023

(Widi Astuti)

Baca juga :