TERGODA KORUPSI

TERGODA KORUPSI

Oleh: Saptuari Sugiharto (Pengusaha muslim)

Meninggalkan sistem kerja yang membuka peluang untuk curang? Adaa yang bisa..?
Sudah beberapa orang saya temui, sharing, curhat kenapa mereka memilih resign, pensiun dini dari pekerjaan mentereng, berseragam di lembaga negara.

"Saya terjebak di sistem yang membuat kecurangan mudah dilakukan, semua bisa diakali dan dimanipulasi. SPJ bisa diakali agar oleh auditor langsung disetujui. Saya gelisah mas.. nanti di akherat dosa saya ya ditanggung sendiri, gak bisa satu kantor membela saya. Kami harus bertanggungjawab masing-masing, namun kalau saya menolak, maka saya akan dianggap aneh, gak kompak, bahkan jadi musuh bersama... "

Ada lagi di buku saya pernah tulis kisah nyata. Seorang suami yang selalu memasukkan amplop uang dari manipulasi perjalanan dinas yang dibagi-bagi oleh timnya. Dia gak mau makai uang itu. Menjelang lebaran seluruh amplop dibuka, dan terkumpul hampir 25 juta. Bersama istrinya dia sepakat menyedekahkan semua uang itu.

"Mungkin tidak bernilai pahala mas, tapi hati saya tenang karena tidak memakan uang yang bukan hak saya. Di kantor saya gak bisa menolak, karena sudah sistematis bertahun-tahun. Kalau saya menolak akan dimusuhi rekan sekantor. Saya tetap bekerja disini, tapi saya tidak mau mengambil uang panas dari hasil manipulasi laporan," katanya.

Hal ini banyak terjadi di kantor-kantor pemerintah atau swasta, bahkan di level UKM. 

Sistem kontrol yang lemah jadi peluang untuk menjadi pencuri diam-diam yang tetap sanggup tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa, selama bertahun-tahun dilakukannya. 

Sampai kapan? Sampai kecurangannya ketahuan oleh lembaga pemeriksa atau oleh ALLAH diingatkan dengan sebuah kejadian yang membuat remuk redam..

QS Al An'am:164 ini bisa jadi pelajaran, bahwa dosa kita adalah tanggungjawab kita sendiri.. selalu hati-hati...

👇👇

Katakanlah (Muhammad), “Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.”