Stadion 'Pribadi'?

Stadion 'Pribadi'?

By Tere Liye

Kalian tahu, di Papua, ada stadion megah, dibangun dengan anggaran 1,3 trilyun, lantas dikasih nama Lukas Enembe Stadion. Stadion ini untuk PON di Papua 2021 lalu.

Siapa Lukas Enembe? Gubernur Papua. Orang ini hebat sekali. Dia bahkan bisa mengganti nama stadion yang awalnya Stadion Papua Bangkit jadi pakai namanya sendiri. Dahsyat. Kok bisa? Karena dari 1,3 trilyun bangunnya, pakai duit Lukas Enembe? Halu. Tentu saja itu duit rakyat. Mana ada rumusnya pejabat di negeri ini mau pakai duit dia (bahkan saat ngasih bansos, hadiah apa kek, dia pakai duit operasional APBD, APBN).

Sekarang, Lukas Enembe malah ditangkap KPK, dengan tuduhan gratifikasi. Setelah drama lebay tdk mau diperiksa, ngaku sakit berat, penjudi ini akhirnya berhasil ditangkap. Di beberapa titik, konon katanya Papua sempat ribut sejak beberapa jam terakhir. Tapi mau apa? Kalian siap mati demi Lukas Enembe gitu? Urusan kasus hukum kok dibawa2 ke politik.

Mending kalian banyak ibadah, berdoa khusuk, semoga idola kalian bebas dari hukuman. Dan buat Lukas Enembe, mending segera buka itu celengan duitnya, bayar pengacara2 mahal, top, siapa tahu bisa bebas dari tuntutan KPK. Fokus saja buktikan jika tdk bersalah. Karena meskipun pimpinan KPK itu kurang gahar 4 tahun terakhir, pegawai KPK itu masih banyak yg oke.

Nah, jika Lukas Enembe terbukti bersalah, masuk penjara, pertanyaan ke seluruh rakyat Papua, itu stadion masih akan pakai nama 'Lukas Enembe Stadion?' Termasuk ke 'penjilat' di lingkaran kekuasaan gubernur Papua, gimana dong? Kamu masih setuju, iyes pak, iyes pak?

Sedih lihat beginian. Trilyunan duit rakyat dikucurkan ke Papua, bertahun2, buta huruf paling tinggi di Papua, rakyat miskin, kelaparan, kamu lihat tidak fakta ini?

Rakyat itu dididik, biar mereka bisa kritis atas sekitarnya. Bukan dibiarkan bodoh, agar mereka tutup mata, atau malah jadi pembela yg membabi-buta.

(fb)