Gendengnya Barat

Gendengnya Barat

Aliran gaya hidup Barat yang telah diekspor dan dikampanyekan secara masif adalah para penyembah d*b*r cs, childfree serta perempuan pamer kelenjar, lalu kini ada 1 lagi:

"Desakralisasi kedudukan orang tua di hadapan anak"

Ketika pemain Maroko memuliakan ibu mereka di Piala Dunia, malah mendapat kritikan sejumlah pihak di Barat.

Media terkemuka asal Belanda, NRC, memuat berita yang berjudul "Stop Glorifikasi (memuliakan) Ibu", salah seorang kolumnis di media tersebut, bernama Rosanne Hertzberger, tidak suka dan secara frontal mengkritik para pemain timnas Maroko yang menunjukkan kasih sayang kepada ibu selama Piala Dunia 2022.

Katanya ibu harus dianggap manusia biasa sebagaimana orang lain. Katanya pemuliaan ibu malah bisa menimbulkan kekerasan dan konflik, misalnya seorang ibu dihina bisa memicu kemarahaan.

Katanya pemuliaan ibu telah membuat para ibu dapat memanipulasi, memaksa, mengintimidasi dan melakukan kontrol pada anak-anaknya.

Orang tua tanpa persiapan masa tua dan mengharap si anak, dianggap seperti parasit yang menumpang hidup atau memanfaatkan anaknya saja.

Katanya anak tidak pernah minta dilahirkan, jadi orang tua harus tahu diri.

Kata mereka, desakralisasi orang tua bermanfaat untuk kesetaraan, tidak ada diskriminasi lagi. Jadi bukan cuma gender equalty tapi juga family equalty.

Mereka mungkin akan membungkus kegoblokan ini dengan istilah cinta tulus tak boleh mengharap, one lope, kesetaraan, freedom of choice dsb. Mengampanyekan, menyebarkan dan dipakai menyerang budaya/agama yang berbeda dengan mereka.

Lengkap sudah sampah peradaban yang berasal dari Barat:
1. Janin boleh diaborsi dalam kondisi apapun, karena yang punya hak adalah perempuan sebagai pemilik tubuh
2. Bayi kalau sudah lahir, gantian kedudukan orang tuanya yang didesakralisasi
3. Ibu pengganti dimana-mana
4. Donor sperma dimana-mana
5. Ibunya ternyata bapaknya
6. Bapaknya ternyata ibunya
7. Mau jatuh cinta harus repot tes DNA dulu, takut incest, karena dulu bapaknya pendonor sperma atau ibunya menyewakan rahim
8. Ibu bapaknya semua pria, bapak ibunya semua wanita

Kita sih dukung saja kalau perilaku mereka diterapkan hanya di Eropa saja, lumayan mengurasi populasi kelompok manusia boros sumber daya alam. Sehingga nantinya tanah Eropa bisa dinikmati imigran-imigran dari Afrika atau Asia yang menderita akibat dampak kolonialisme. Dimana 1 ibu Somalia bisa punya 7 anak.

------------------------

Yang mau berbakti kepada kedua orang tuanya:

Dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Sa’ad bin ‘Ubadah, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ

“Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” (HR. An-Nasai, no. 3694 dan 3695. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya).

Mau sedekah air? Jariyah?
Orang tua kita, bahkan yang telah meninggal pun akan menikmatinya.

Ayo patungan beli alat bor sumur:
BSI - 9082165120
Muamalat - 1080013496
AN Little Project

CP: 081248633910
(Boleh tidak konfirmasi karena rekening sudah dikhususkan untuk program ini)

Bayangkan alat ini bisa membuat ratusan sumur dan semuanya mengalirkan pahala.

NB: 100% disalurkan tanpa potongan

[Pega Aji Sitama]