Di Masjid Nabawi, bertemu anak-anak remaja berasal dari Jerman yang Umroh, GENERASI BARU MUSLIM "EROPA"

GENERASI BARU MUSLIM "EROPA"?

Di Masjid Nabawi, saya mendapatkan beberapa anak-anak remaja usia belasan tahun yang berasal dari Jerman. Tahunya saya dari tas yang mereka bawa. 

Di dini hari jam 03.00 mereka sudah di masjid Nabawi. Sebagian mereka shalat, sebagian mereka sibuk membaca Al Quran. 

Anak-anak ini adalah anak-anak imigran yang kebanyakannya berasal dari Maroko. Kakek mereka bermigrasi ke Jerman tahun 70an. 

Selain berbahasa Jerman, mereka juga lancar berbahasa Inggris. Lahjahnya macam dialog Schindler's List.

"Kakek kami pindah ke Jerman saat bapak berusia 3 tahun.. Kami tinggal di Dusseldorf dari awal sampai sekarang." kata salah seorang mereka yang bernama Anwar.

Dusseldorf adalah kota di Jerman dengan persentasi imigran yang cukup besar. Dari 600an ribu penduduk, seperenamnya adalah imigran. Mayoritasnya dari Turki, Yunani dan Polandia. 

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa 15 anggota timnas Maroko dilahirkan di Eropa dan negeri barat. Mereka besar di sana tapi tidak kehilangan root mereka sebagai Morrocan dan juga sebagai seorang muslim. Bisa dilihat dari cara selebrasi mereka saat menang.

Remaja-remaja ini mirip mereka. Sebelas dua belas.

Rasa ingin tahu kemudian membuat saya bertanya kepada mereka, 

"Bagaimana kalian belajar agama Islam di sana?"

Para remaja ini dengan ramah menjelaskan, "Kami ikut sekolah agama, setiap Jumat atau Sabtu. Di sana kami belajar tentang Islam, belajar Quran, belajar tentang Nabi.."

Namun ketika saya tanya lagi, apakah mereka masih berbahasa Arab, setidaknya di rumah mereka?

"No.. my father and mother, they still speak arabic. But we, we only speak Germany dan English.."

Mereka juga sangat santun. Ketika dengan tidak sengaja salah seorang mereka menginjak jamaah sebelah ketika shalat, dia langsung minta maaf.

Alhamdulillah ala kulli haal. Saya punya bayangan, mereka ini akan mengubah wajah Eropa beberapa dekade ke depan. 

Semoga Allah menjaga mereka dan seluruh kamu muslimin di mana pun berada.. mengistiqomahkan dalam keislaman mereka.

Madinah, 1/1/2023.

(Wira Bachrun)

*fb